ChatGPTImage30Des202509.43.2

Titik tertinggi menghargai diri sendiri, adalah menjauhi orang yang menyakiti kita, bukan karena benci, tapi menjaga hati agar bersih dari dendam.

Dalam Islam, hati itu dijaga, karena ia amanah dari Allah. Bukan dibiarkan sakit karena terus berada di lingkungan yg merusak jiwa.

Kalau luka yang sama datang berulang, itu bukan lagi ujian kesabaran tapi tanda kita perlu berhenti dan menjaga diri.

Menurut psikologi islam, melihat manusia sebagai makhluk rohani dan jasmani.
Artinya kesehatan mental( nafsiyyah ) bukan cuma soal pikiran dan emosi, tapi juga soal keseimbangan spritual hati(qalb). Kalau sebuah hubungan terus melukai hati berarti ada sesuatu yang harus dijaga.

Dalam islam kita boleh menjaga jarak dari orang-orang yang menyakiti kita. Tapi dengan niat dan cara yang benar.

Allah berfirman ;
” Dan tinggalkanlah mereka dengan cara yg baik.”(QS. Al-Muzammil, 10).

Ada beberapa oran-orang yang butuh kita jauhi;
-sering menyakiti.
-mengulang kesalahan yang sama.
-tidak pernah merasa bersalah.
-dan terus merusak hati kita.

Islam tidak memaksa kita untuk terus dekat dengan orang-orang yang membuat kita terluka.

Rasulullah pernah memberi contoh tentang menjaga jarak;

Yaitu tentang kisah beliau terhadap Wahsyi binti Utbah, yang membunuh paman Rasul Hamzah r.a dalam perang Uhud.
Dalam beberapa tahun setelah islam menang dalam Fathu Makkah. Washsy datang dan masuk islam. Ia bertobat dan memohon ampun.
Rasululkah menerima ke islamanya, tidak menghukumnya, tidak menolaknya bahkan memaafkanya. Namun Rasulullah berkata ;

” sembunyikanlah wajahmu dariku, karena setiap kali aku melihatmu, aku teringat pamanku.”( HR. Thabrani&al-Hakim )

Artinya dalam islam kita bisa memaafkan tanpa melupakan, dan mendoakan tanpa harus berdekatan. Kadang justru jaraklah yg membuat kita tetap tulus mendoakan tanpa rasa marah.

Marilah kita belajar menjaga jarak terhadap orang-orang yang merusak hati kita dengan cara yg sehat dan tidak memutus silaturahmi.

Barrakallahu fikum aj’main

Sukamiskin

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *