ChatGPT Image 31 Agu 2026 10.11.0-100kb

(Oleh: Al-Fakir)

Kenapa sepertiga malam menjadi absen wajib bagi mahkluk semesta alam?.

Kita berpikir apakah cuma manusia yang bangun?, atau cuma kita saja yang berdoa?

Ternyata seluruh alam semesta punya shift malamnya sendiri-sendiri. Kita memikirkan ini bukan cuma soal ibadah. Ini soal ritme kosmik yang sudah diatur sedemikian rupa.

Sepertiga malam, langit paling bersih, polusi mereda, suara kendaraan yg hiruk pikuk hilang, angin berhembus pelan. Bahkan tumbuhanpun mengeluarkan oksigen paling murni di jam-jam itu.

Kita mencoba memahami sekilas, Alam seperti sedang mengambil napas panjang, mempersiapkan diri untuk hari baru.

Hewan-hewan noturnal mulai bereaksi.

Burung hantu berburu, jangkrik bernyanyi, kelelawar terbang mencari makan.

Mereka tidak punya jam weker, tapi mereka selalu tau kapan harus bangun.

Pikiranku bekerja ada jam biologis yang ditanamkan oleh Sang Pencipta kepada semua mahluk-Nya.

Kenapa harus di spertiga malam?, karena diwaktu itu dunia sedang lengah, tidak ada yang pamer, tidak ada yang flexing, semua tidur, semua setara.

Dalam renunganku sejenak inilah waktu bagi kita bisa jujur, sejujur-jujurnya, tanpa takut dihakimi oleh manusia.

Sepertiga malam adalah waktu dimana kita lepas dari semua peran, kita bukan bos, kita bukan karyawan, kita bukan anak, kita bukan orang tua ; kita cuma hamba telanjang, tidak bawa apa-apa selain harapan dan ketakutan.

Kita berpikir sejenak dan hanya di posisi serendah inilah, doa kita akan meluncur deras tanpa hambatan.

Doa di sepertiga malam itu bak anak panah yang lepas di kegelapan. Tak ada angin, tak ada gangguan, lurus, cepat, tepat sasaran.

Langit dalam kondisi paling reseptif untuk menerima sinyal dari bumi.

Maka kita berpikir ini adalah “golden hour” yang diberikan cuma-cuma, tapi sedikit yang memanfaatkanya.

Bukan cuma manusia yang beribadah di jam ini ;

Tumbuhan bertasbih

Hewan-hewan berzikir, bahkan batu dan tanah sujud dengan caranya sendiri.

Kita coba memahami lebih dalam, kita adalah bagian dari orkestra besar yang dipimpin oleh kunduktor yang sama.

Absen wajib ini bukan soal hukuman, tapi soal ke istimewaan.

Kita diundang secara pribadi oleh Raja Semesta Alam, dan kita milih, buat apa?, lanjut tidur?

Kita merenung kembali sejenak sepertiga malam adalah panggilan cinta, bukan panggilan tugas.

Saya sendiri masih belajar, masih suka kalah sama selimut, masih sering kelewat, tapi saya tahu di setiap kesempatan yang ku ambil, ada ketengan yang tidak bisa dijelaskan.

Ada energi yang tidak bisa dibeli, ada jawaban yang tiba-tiba muncul begitu saja.

Pikiran kita bekerja semakin sering kita hadir, semakin kita sadar bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri.

Jadi kenapa sepertiga malam adalah absen wajib bagi mahluk semesta?.

Karena di waktu itu jarak antara langit dan bumi sedang sangat dekat, dan kita sebagai manusia diundang untuk datang, datang apa adanya. Dengan semua luka, dosa, dan harapan.

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud senbagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”:(QS. Al-Isra, 79)

Barakallahu fiikum aj’main.

Sudut sempit sukamiskin yang sepi

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *