(Oleh: Al-Fakir)
Disebuah komplek perumahan sebuah masjid bernama Al-Manar, seorang muadzin tua bernama Zaini, mengumandangkan azan ketika hari masih menunjukan jam 10 pagi, di hari Ahad.
Warga komplek perumahan tersebut, heran, bingung dan berprasangka jangan-jangan pak Zaini ini sudah mulai stres, atau hilang kesadaran.
Warga komplek perumahan yang aktivitasnya ada yang lagi bersih-bersih mobil, bersihin halaman dan ibu- ibu yang sedang menyiapkan makan untuk keluarga karena hari libur, jadi pada dirumah semuanya mereka beramai ramai datang ke masjid, mereka marah, protes, teriak-teriak dan sebagainya.
Mereka bertanya kepada pa Zaini, kenapa azan kok ini baru jam 10 pagi? dengan nada pertanyaan sinis dan wajah mengkerut ditekuk.
Tapi pak Zaini hanya diam, matanya tenang suaranya pelan
“Puluhan tahun saya adzan di waktu yang benar yang datang ke masjid hanya segelintir. Hari ini saya adzan di waktu yg salah kalian hampir seluruh penghuni komplek ini datang semua.”
“Sekarang jujur yang salah saya atau justru kalian.?”
Masjid hening tidak ada yang jawab, satu persatu warga menunduk malu
Kadang-kadang kita memang begitu
Ramai kalau ada yang salah. Tapi diam kalau ada kebaikan.
Kita sering lupa berterima kasih sampai seseorang bikin kesalahan.
Kita jarang memuji yang baik, tapi sangat cepat kalau menyebar aib orang.
Padahal Rasulullah datang untuk menyempurnakan ahklaq. Bukan untuk mempermalukan orang.
Jangan jadi penyebar luka, jadilah penyebar kebenaran dan kedamian.
Hargai orang sebelum mereka salah, dukung kebenaranya, tutub aibnya.
Barrakallahu fikum aj’main
Sukamiskin
(Tulisan ringan akhir pekan, dibalik bui)