(Oleh: Al-Fakir0
“Fasatat`kuruuna maaa aquulu lakum, wa ufawwidhu amriii ilallah, innallaha bhashiirum bil-‘ibaad.”
” Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh Allah Melihat akan hamba-hamba-Nya(QS. Ghafir :44)
Dalam Islam, pasrah bukan bearti kalah dan berdiam diri.
Pasrah adalah puncak ikhtiar terhebat.
Kita melakukan bagian kita di bumi, dan membiarkan Allah melakukan bagian-Nya dari langit.
Berikhtiar sekuat tenaga, berdoa sepenuh hati, lalu bertawakal pada ketetapan-Nya.
Pasrah sejati bukan tentang lari dari masalah, tapi menyadarkan diri bahwa kita hanya hamba dan Dia-lah Sang Maha Kuasa.
Barakallahu fikum aj’main
Sudut sempit sukamiskin, salam subuh.