Ketegangan di Istana Sang Penguasa-100kb

(Oleh: Al-Fakir)

Imam Nawawi hidup di era pemerintahan Mamluk (Mamluk itu artinya budak, dulu ada budak-budak, lalu diajari militer, jadi pasukan elit, long shot story mereka mengkudeta lalu menjadi penguasa baru di dunia Islam).

Lalu penguasa Mamluk Sultan Baybar ceritanya butuh duit buat mendanai “proyek negara”.

Karena ini program nasional yang besar dan prioritas, maka ide buat mendanainya adalah;

Menaikan pajak rakyat, tidak peduli kondisi rakyat lagi susah atau bagaimana. Pokoknya naik!

Karena Imam Nawawi adalah ulama paling terhormat dan sangat di dengar oleh rakyat,

Maka Sultan minta Imam Nawawi buat melegitimasi “programnya”.

Saat itu ada beberapa “ulama” yang sudah memberikan fatwa mendukung kebijakan Sultan Baybars tadi.

Tapi Imam Nawawi tidak mau, bagi sang Imam itu zolim, tidak sesuai ajaran agama.

Sultan marah dong?

“Wah beraninya dia tidak mendukung kebijakan saya?”

Ketika di tanya, kenapa Imam Nawawi tidak mendukung program negara, beliau menjawab: “Anda masih hidup mewah, orang-orang di sekitarmu juga. Kalau kamu dan orang-orang elit sekitarmu sudah menanggalkan kemewahan kalian, hidup sederhana,lalu duit negara masih juga kurang, baru saya akan support anda untuk majakin rakyat…”

Logika nya sederhana: “Anda bilang kurang duit buat menjalankan kebijakan?”

“Tapi anda masih hidup mewah. Orang2 terdekatmu juga pada lavish (mewah, berlebihan,royal, atau melimpah) banget saya liat-liat.”

“Nah itu tandanya masih ada duit?, gimana?”

Di momen lain, saking sudah kesalnya sang penguasa sama Imam Nawawi, ahirnya Baybars bilang ke pejabatnya;

“Itu si Imam Nawawi putusin semua gajinya dan tanggalin semua jabatanya !”

Tahu para pejabatnya bilang apa?

“Sayangnya, Imam Nawawi itu tidak punya gaji, tidak pula punya jabatan”

Imam Nawawi tidak pernah tunduk dengan pemerintahan yang zalim.

Lalu hidup apa yg membuat anda bergairah?

“Hidup Jokowiii..!!!!.

Barakallahu fiikum aj’main

Sudut sempit sukamiskin, subuh jum’at

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *