ChatGPTImage17Jun202611.29.2

(Oleh: Al – Fakir)

Tahukah kita mengapa kalender Islam, bernama Hijriah?

Sebagian kita mengetahui penetapan kalender hijriah bermula dari keputusan Khalifah Umar bin Khattab.

Namun di balik itu terdapat kisah yang jauh lebih dalam, luas dan sarat makna.

Setelah wilayah Islam meluas, kebutuhan akan sistem penanggalan yang rapi menjadi sangat mendesak.

Surat-surat resmi, administrasi pemerintahan,hingga perjanjian membutuhkan acuan waktu yang jelas.

Khalifah Umar mengumpulkan para sahabat untuk menentukan; dari peristiwa apa, sejararah umat Islam seharusnya di mulai.

Dari musyawarah tersebut, berbagai usulan muncul. Ada yang mengusulkan kelahiran Nabi, ada pula yang menyarankan diangkat nya beliau menjadi Rasul.

Akan tetapi Ali bin Abi Thalib memberikan pandangan yang tajam dan visioner;

“Jadikan peristiwa hijrah sebagai titik awal.”

Ali mengatakan, “sejak hari Rasulullah berhijrah dan meninggalkan negeri kemusyrikan.” (kitab Mustadrak)

Lihat betapa jenius musyawarah dan pemilihan itu;

Seakan para sahabat memberi pesan; hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tapi momentum perubahan besar dari fase tertindas menjadi fase berdaulat.

Dari komunitas kecil di mekkah menjadi peradaban yang mulai berdiri kokoh di Madinah. Turning point legendaris. (momen krusial yang sangat bersejarah,fenomenal atau tak terlupakan)

Keputusan itu menunjukan kedalaman cara panjang para sahabat. Mereka tidak memilih momen yang bersifat personal atau simbolis semata, tetapi memilih peristiwa strategis yang mengubah arah sejarah.

Hijirah adalah titik balik peradaban; saat Islam tidak lagi hanya bertahan, tetapi mulai membangun, mengatur dan memimpin.

Itulah sebabnya kalender itu disebut “Hijriah”. Karena ia lahir dari semangat perjuangan, bukan hanya semata penanda waktu.

Menariknya sebagian ulama dan peneliti sejarah berpendapat bahwa penggunaan hijrah sebagai acuan waktu, sebenarnya mulai ada sejak masa Nabi Muhammad SAW.

Hal itu didasarkan pada pratik penulisan surat-surat nabi Muhammad kepada para Pemimpin dan tokoh besar, yang sudah menggunakan penanggalan berbasis hijrah.

Artinya Umar bukan menciptakan konsep baru,tetapi meresmikan dan menata sistem yang telah memiliki akar sejak masa kenabian.

Walaupun sistem kalender ini di formalkan di era Islam, nama-nama bulan seperti, Muharram, Safar dan lainya sudah dikenal sejak zaman jahiliah.

Namun Islam memberikan makna baru pada kalender tersebut, memjadikanya hitungan bulan, yang terbingkai megah menjadi bagian indentitas umat Islam.

Selamat Tahun baru Hijrah (Islam) 1448 H.

Barakallahu fikum aj’main.

Sukamiskin,

Reff; Sirah Nabawiyah.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *