WhatsAppImage2026-08-19at11.18.47

Sumber : (RRI Sintang : Kondisi Sintang Dilihat Dari Drone Pada 15 Agustus 2026)

(Oleh: Syahroni Pratama/ Ketua PC IMM Kapuas Raya)

Kabut asap menjadi salah satu isu yang krusial di masyarakat. Isu ini sudah sekian kalinya dan menjadi langganan di Indonesia. Faktor dari polusi ini tidak 100% fenomena alam, melainkan juga hasil buruk dari aktifitas manusia yang telah jauh hidup dengan alam.

Ditambah kemarau yang berkepanjangan menjadi faktor pendukung yang memperburuk kondisi polusi ini serta api yang membakar lahan disekitaran kawasan.

Situasi ini menurunkan kualitas aktifitas masyarakat yang sedang bersekolah, bekerja dan lain-lain.

Dampak yang paling buruknya yaitu tentang kesehatan manusia dan alam. Selama ini mungkin kita semua hanya tau kabut asap dapat merusak kesehatan manusia, namun sedikit yang sadar bahwasannya situasi saat ini bukan hanya kesehatan manusia, melainkan kesehatan alam juga terancam.

Kesadaran masyarakat dan perhatian penuh serta keseriusan pemerintah harus terintegrasi dalam upaya mengurangi polusi ini.

Saya sadar bahwasannya budaya dan tradisi seperti membakar lahan tidak bisa dihilangkan. Namun bukan berarti tidak bisa di kondisikan. Pemerintah sudah menghimbau untuk tidak membakar lahar selama masa kabut asap. Bukan berarti dilarang untuk selamanya. 

Membakar lahan memang solusi membuka lahan dengan modal biaya yang rendah dan efisien. Namun apalah daya jikalau kita menjaga ekonomi namun alam dan kehidupan dibuat mati. Manusia hidup bergantungan dengan alam dan alam hidup dijaga dan dilestrarikan manusia.

Sintang sendiri menghadapi titik kualitas kawasan udara berbahaya.

Sampai saat ini Mahasiswa di Sintang sudah bergerak untuk aksi kemanusiaan seperti berbagi masker dan sebagainya.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *