ChatGPT Image 12 Sep 2026 13.05.02-100kb

(Oleh: Al-Fakir)

Jangan biarkan ‘luka’ membuat kita lupa bahwa Allah Maha Adil.

Kita tidak harus berpura-pura baik-baik saja. Sembuhkan hati kita, perbaiki diri kita dan serahkan keadilan kepada Allah.

Semoga Allah mengganti setiap air mata dengan ketenangan dan pahala yang berlipat.

Haruskah kita Memaafkan orang yang ‘merusak’ hidup kita?, kita dipaksa “ikhlas saja” padahal hati kita belum sembuh total.

Ada luka yang tidak bisa selesai hanya dengan ucapan “Sudahlah.”

Mungkin yang bersangkutan adalah orang yang menjatuhkan nama baik kita, memutus sumber nafkah kita, atau menabur fitnah yang merusak masa depan kita.

Ditengah sepi kita menangis bertanya;

Kenapa mereka bisa tersenyum tanpa rasa salah, sementara kita harus menanggung dampak nya bertahun-tahun?.

Ingatlah hukum syariat ini.

Siapa pun yang dengan sengaja merancang kesedihan didadamu, merusak ketenangan hidupmu, atau mengambil hakmu.

Allah SWT, akan menyempitkan dadanya, dan membalas rasa sakitnya.

Tidak ada satupun air mata akibat kezaliman yang menguap begitu saja di hadapan Sang Maha Adil.

Kaidah syariat balasan sesuai jenis perbuatan.

Waktu mungkin berjalan lambat, namun keadilan Allah tidak pernah meleset.

Allah akan mendatangkan hari dimana pelaku kezaliman akan merasakan pahit dan sakit yang sama persis yang pernah dia goreskan dihati kita.

Apa yang mereka tanam dengan kejam akan mereka tuai dengan penderitaan.

Dalam islam memaafkan bukanlah kewajiban paksaan.

Al-Afwu (memaafkan) dan Qishash (menuntut hak)

Al-‘afwu sifat mulia para pemenang yang mendatangkan pahala tanpa batas langsung dari Allah.

Qishash, jika hatimu tidak terlalu hancur, kita TIDAK berdosa jika memilih keadilan di Padang Mahsyar kelak.

Penghibur hati orang-orang yang di Zalimi.

Firman Allah;

“Dan janganlah sekali-kali engkau mengira bahwa Allah lengah dari apa yang dilakukan oleh orang yang zalim “(QS. Ibrahim 42)

Allah tidak pernah tidur dan Allah tidak pernah lupa pada detil rasa sakitmu.

Keadilan Allah itu Absolut dan Mutlak.

Walau tahun demi tahun telah berlalu, walau kita sudah lupa detail kejadianya, atau wajah si pelakunya.

Catatan langit tidak pernah lupa.

Hak kita yang dicuri akan dikembalikan dalam bentuk pahala kebaikan, atau dosa-dosa kita yang dialihkan kepada mereka.

Lalu apa yang harus kita lakukan hari ini ?.

– berhentilah memikirkan balas dendam, energi dan lisan kita terlalu beharga untuk megotori diri demi membalas orang zalim.

– serahkan pada Allah, angkat tangan kita, doakan keselamatan dan rezeki untuk diri kita sendiri, lalu biarkan Allah mengurus urusan orang-orang zalim itu.

Tariklah napas panjang dan lepaskan.

– mulai malam ini, tidurlah dengan nyenyak dan tenang.

– biarkan orang yang menzalimi kita yang tidak tenang, karena proses keadilan Ilahi sedang berjalan mengejar mereka.

– tugas kita sekarang, hanya satu; Bangkit, sembuh, dan jadilah pribadi yang jauh lebih bertakwa!.

Barakallahu fiikum aj’main.

Sudut sempit sukamiskin,subuh yang hangat dan takzim.

Allah Maha Adil dan janji-janjinya pasti.

Pesan keadilan ini untuk para sahabat yang sedang berjuang menyembuhkan sakit hatinya.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *