ChatGPT Image 12 Sep 2026 12.58.26-100kb

(Oleh: hemawansyah/ Aktivis 98)

Situasi kini di segala lini kehidupan bernegara, mengingatkan kita akan ‘Vivere Pericoloso’. Ungkapan sekaligus peringatan Bung Karno agar senantiasa waspada. Karena masa-masa ‘menyerempet bahaya’ waktu itu.

Public distrust yang mulai menguat akibat respons negara atas situasi krisis lambat, jika dibiarkan akan menimbulkan ‘social unrest’. Kalo sudah begitu situasinya, jelas berbahaya bagi keberlangsungan Republik. Disisi lain, dialektika perbedaan pendapat, blm mampu mengonsolidasikan langkah menuju arah perbaikan. 

Lima otoritas

Dalam ruang kehidupan di ekosistem republik, ternyata cuma soal bagaimana 5 otoritas membangun kompromi dan kosensus. Satu, otoritas politik negara. Dua, otoritas ilmu pengetahuan. Tiga, otoritas agama. Empat, otoritas masyarakat dan lima, otoritas pasar-bisnis. Interaksi para aktor pemegang kendali 5 otoritas ini yang akan menentukan arah kebijakan republik. Termasuk jika tidak tercapai kompromi dan akomodasi, maka konflik yang mengemuka. Sebagaimana transisi Orba ke Reformasi yang ditandai dengan adanya faktor ‘elit retak’. Lalu bagaimana konfigurasi aktor pemegang lima otoritas itu kini? Apakah elit masih mesra atau sudah ada tanda-tanda retak? 

Tiga Faktor

Prof Vedi Hadiz beberapa waktu lalu menyebut 3 faktor yang membuat Orba tumbang. Selain adanya keretakan elit, juga krisis ekonomi-moneter global, serta perlawanan gerakan mahasiswa. Mari kita cermati ketiga faktor tersebut? Apakah menunjukkan gejala yang mirip? Atau seperti formulasi eksistingnya?  Bagaimana strategi transisinya? 

Tanggung jawab generasi

Apapun situasi riil yang terjadi hari ini, yang jelas ‘setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya’. Mari kita dorong agar anak – anak muda kini dapat ‘belajar kritis, mengorganisir solidaritas dan memimpin perubahan’. Syaratnya: Bersatu dulu. 

Mulailah membangun ruang dialog antar dan lintas generasi guna mendekatkan frekuensi. Jika itu berproses, dengan sendirinya akan terbangun chemistry dan solidaritas. Tinggal merumuskan langkah dan berbagi sumberdaya. Siapa yang akan ‘lead’, biarlah itu berproses secara alamiah. 

 

Bila sudah waktunya, pasti akan tiba saatnya.  

 

M E R D E K A !!!

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *