DSC_3184-100kb

Melawi — Petani dari lima desa di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, menyatukan langkah dengan membentuk Persatuan Petani Kabupaten Melawi (P2KM). Organisasi tersebut dibentuk dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor SUAR Institute.

Pembentukan P2KM melibatkan petani dari Desa Manggala, Landau Garong, Sungai Bakah, Tanjung Sari, dan Nanga Nuak. Pembentukan organisasi ini menjadi bagian dari proses penguatan kelembagaan dan konsolidasi petani setelah sebelumnya mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan.

Sebelum pembentukan organisasi, kegiatan diawali dengan dialog antara petani dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya BPPSDMP, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Melawi, serta KPH Melawi.

Dialog tersebut menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat desa sekaligus membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan. Sejumlah isu terkait pertanian, pendampingan, sarana produksi, serta pengembangan komoditas menjadi bagian dari pembahasan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Tim Kerja BPPSDMP, Roni, menyampaikan komitmen untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas penyuluh pertanian yang dinilai menghambat proses pendampingan kepada petani.

Sementara itu, perwakilan DKPP Kabupaten Melawi, L. Budyanto, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan) serta benih, akan disesuaikan dengan kondisi dan komoditas yang dikembangkan di masing-masing desa.

Setelah dialog bersama OPD, proses dilanjutkan dengan konsolidasi internal antarkelompok petani. Melalui diskusi partisipatif, para petani mulai merumuskan bentuk organisasi yang dapat menjadi wadah bersama untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan petani di tingkat kabupaten.

Dalam proses tersebut, petani menyusun sejumlah perangkat organisasi, mulai dari Anggaran Dasar, Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), struktur kepengurusan, hingga program kerja 100 hari pertama.

Rangkaian proses itu kemudian melahirkan Persatuan Petani Kabupaten Melawi (P2KM) sebagai wadah bersama petani dari lima desa.

Kehadiran P2KM menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi dan kerja kolektif petani, sekaligus meningkatkan posisi tawar dalam menghadapi berbagai persoalan pertanian. Organisasi ini juga menjadi ruang bagi petani untuk menyatukan pengalaman, pengetahuan, serta aspirasi yang selama ini berkembang di masing-masing desa.

Pembentukan P2KM menunjukkan bahwa persoalan pertanian yang dihadapi petani tidak berdiri sendiri. Ketika persoalan tersebut memiliki keterkaitan antardesa, penguatan organisasi dan kerja bersama menjadi bagian penting dalam membangun upaya penyelesaian yang lebih terkoordinasi.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *