WhatsApp Image 2026-09-28 at 15.33.25-100kb

gambar: Pelantikan kepengurusan PK IMM Al Ayyubi, Sabtu (22/Agustus/ 2026)

(Penulis: Nurmala)
SINTANG – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kapuas Raya resmi melantik jajaran kepengurusan baru periode 2026–2027. Pelantikan yang berlangsung khidmat ini mengusung tema “Revitalisasi Nilai-Nilai IMM dalam Mengukuhkan Gerakan Mahasiswa Berkemajuan”.

Melalui tema tersebut, kepengurusan baru PK IMM Al-Ayyubi berkomitmen untuk menghidupkan kembali nilai-nilai dasar perjuangan organisasi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif dan berkemajuan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang, perwakilan PC IMM Kapuas Raya, serta organisasi mahasiswa lainnya. Sebanyak 25 peserta turut menghadiri acara pelantikan yang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang, Sabtu, 22 Agustus.

Dalam kata sambutannya, Ketua Umum PK IMM Al-Ayyubi terpilih, Marsha Aulia, menyampaikan tekadnya bahwa pelantikan bukan hanya sekadar seremoni, tapi menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab bersama. Kepengurusan ini diharapkan menjadi ruang untuk belajar, berkembang, berdiskusi, dan menyelesaikan setiap masalah bersama.

Marsha Aulia juga berharap PK IMM Al-Ayyubi bukan hanya dikenal karena kegiatannya, tetapi juga karena kader-kadernya yang berilmu, berani berpikir, dan mau memberikan manfaat. Karena pada akhirnya jabatan akan selesai, tapi apa yang kita lakukan dan berikan untuk PK IMM Al-Ayyubi akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kita, ungkapnya.

Apresiasi dan harapan juga disampaikan oleh Agus Samsuderajat S., SKM., M.KM. selaku perwakilan Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang. Ia menekankan pentingnya peran IMM sebagai mahasiswa Muhammadiyah, IMM menjadi momentum untuk mahasiswa belajar, termasuk dalam belajar berorganisasi. Kejahatan yang terorganisisr dengan baik harus dilawan dan diimbangi dengan kebaikan yang terorganisir dengan baik, dan organisasi seperti IMM adalah salah satu media dan wadahnya para Kader Muhammadiyah.
Sebuah kewajiban umat manusia untuk menuntut ilmu, setelah tahu ilmunya, kita punya kewajiban mengamalkanya apalagi jika itu sesuai/sejalan dengan nilai-nilai Agama. Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah apa yg ada diri mereka sendiri (QS: 13;11).

Mahasiswa wajib mengenal dan memahami dasar hukum sebuah ilmu apakah itu wajib, sunnah, makruh mubah, dan haram. Semangat dalam belajar, berani ber fastabiqul khoirot (berlomba lomba dalam Kebaikan), tetapi berbuat baik aja belumlah cukup, kalau kebaikan itu sendiri belum bisa/mampu mencegah kemungkaran/kemaksiatan sebagaimana pesan dalam Al Qur’an Luqman ayat 17 serta beberapa ayat lain maupun hadits terkait yang wajib kita imani dan amalkan. Niatkan belajar atau beramal sebagai ibadah dan amanah, supaya hidup ini menjadi berkah bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk semua makhluk, lingkungan di dunia dan akhirat”.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan PC IMM Kapuas Raya syahroni Pratama., SE turut memberikan dukungan kepada kepengurusan baru PK IMM Al-Ayyubi. Ia menegaskan bahwa isu pergeseran pola pikir dan kepedulian sosial generasi muda menjadi sorotan utama dalam agenda pelantikan yang berlangsung baru-baru ini. Dalam orasi penegasannya, disampaikan bahwa terdapat kontras yang cukup besar antara arah transformasi pemuda zaman dulu dengan generasi masa kini.

Jika generasi terdahulu cenderung berlomba mengejar keunggulan intelektualitas, pemuda saat ini dinilai lebih tertarik pada dunia hiburan (entertainment). Orientasi dan fokus perhatian generasi muda kini kian tertuju pada gawai (gadget), sehingga sering kali melupakan realitas dan kondisi sosial di lingkungan sekitarnya.

Kondisi ini menciptakan jarak emosional terhadap persoalan-persoalan krusial di tengah masyarakat. Di balik riuk-pikuk kehidupan digital, masih banyak masyarakat dan keluarga kurang mampu yang hidup tanpa tempat tinggal layak, berselimut ketidakpastian pangan harian, hingga para pekerja yang harus membanting tulang lebih dari delapan jam sehari namun hanya menerima upah minim.

Sikap terbiasa menutup mata terhadap ketimpangan sosial ini menjadi catatan kritis bagi pemuda. Generasi muda diharapkan tidak hanya bangga pada pencapaian personal semata, melainkan mampu mengembalikan kepekaan nurani dan hadir membawa solusi nyata bagi masyarakat di sekitarnya.,” ujarnya.
Rangkaian acara pelantikan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan awal langkah baru bagi kepengurusan PK IMM Al-Ayyubi periode 2026–2027. Dalam suasana penuh keakraban, seluruh tamu undangan dan jajaran pengurus mengabadikan momen tersebut sebagai kenangan sekaligus penanda dimulainya perjalanan baru dalam menghidupkan gerakan IMM yang berkemajuan.

Dengan semangat “Revitalisasi Nilai-Nilai IMM dalam Mengukuhkan Gerakan Mahasiswa Berkemajuan”, kepengurusan baru PK IMM Al-Ayyubi diharapkan mampu menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan gerakan yang nyata dan berdampak bagi mahasiswa maupun masyarakat. Pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari langkah bersama untuk menorehkan jejak perjuangan yang lebih berarti.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *