kkl-100kb

Foto. Dok KKL PWK FT Untan

(Oleh: Dr. Ars. Ely Nurhidayati, S.T., M.T.)

PONTIANAK — Sebanyak 52 mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Kewirausahaan di SMK Negeri 6 Pontianak, Selasa (15/9/2026). Dalam rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini, mahasiswa melakukan studi lapangan mendalam di Bengkel Kriya Tekstil SMK Negeri 6 Pontianak. Kunjungan ini bertujuan memetakan potensi bisnis, teknik produksi, hingga merumuskan strategi pemasaran digital dan pengembangan produk kriya tekstil berbasis budaya lokal.

Jurusan Kriya Tekstil SMKN 6 Pontianak yang telah berdiri selama kurang lebih 30 tahun menjadi salah satu sentra pendidikan vokasi unggulan di Kalimantan Barat. Dengan menerapkan sistem pembelajaran metode rolling, para siswa dilatih menguasai tiga keterampilan utama secara bergantian dalam satu semester, yakni menjahit, membatik (batik tulis dan cap), serta menenun (tenun kepang dan songket).

Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan PWK FT Untan diantaranya, Dr. Ars. Ely Nurhidayati, S.T., M.T., Charmyllia, S.T.,M.P.W.K., dan Marisca Jessica Yastri, S.P.W.K., M.URP sepakat menyimpulkan bahwa keunikan utama karya tekstil SMKN 6 Pontianak terletak pada prinsip keberlanjutan dan nilai eksklusivitasnya.

“Siswa SMKN 6 Pontianak tidak hanya melestarikan motif etnik Dayak dan Melayu, tetapi juga menerapkan ecofriendly branding melalui penggunaan pewarna alami dari daun jambu, ketapang, dan pandan, serta memanfaatkan limbah konveksi. Uniknya lagi, setiap produk diproduksi secara limited edition—satu desain hanya untuk satu produk—sehingga memiliki nilai jual dan keunikan yang sangat tinggi,” ujar Ely.  

Strategi Pengembangan Bisnis dan Rekomendasi Luaran KKL

Meskipun memiliki mutu dan estetika tinggi, hasil karya siswa saat ini masih menghadapi tantangan pada kapasitas produksi massal dan keterbatasan jangkauan pasar yang dominan masih berada di wilayah Kalimantan Barat. Pemasaran sejauh ini mengandalkan pameran serta kemitraan lokal di kawasan Kampung Tenun, sementara pemanfaatan marketplace dan media sosial belum maksimal.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa PWK FT Untan menyusun dokumen laporan akhir komprehensif sebagai luaran (output) praktikum yang mencakup: Pemetaan Bisnis & BMC: Menyusun Business Model Canvas (BMC) untuk menentukan positioning merek tekstil etnik-modern.   Inovasi Produk (Diversifikasi): Mengembangkan ide produk ready-to-wear, aksesoris anak muda (tas, outer modern, strap phone), serta home decor (sarung bantal, wall art). Pemasaran Digital & E-Commerce Expansion: Perancangan toko digital, content calendar, serta pembuatan konten promosi berbasis storytelling (TikTok/Reels).   Storytelling & Edu-Tourism: Membuka peluang pengembangan sentra sekolah sebagai destinasi wisata edukasi dan workshop membatik/menenun.  

Melalui hasil kajian dan rekomendasi dalam laporan ini, diharapkan SMKN 6 Pontianak dapat mengoptimalkan potensi kriya tekstilnya menjadi unit usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di era digital.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *