Rainforest Alliance menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Konsultasi Publik Analisis Lanskap Menuju Kemitraan di Lanskap Ketungau” pada tanggal 29 April 2025, bertempat di Aula CU Keling Kumang, Sintang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya kolaboratif yang telah dilakukan sebelumnya untuk mendorong pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara bijak dan berkelanjutan di wilayah Ketungau.
Dalam pertemuan ini, dilakukan diskusi mendalam terkait analisis lima Sub-Daerah Aliran Sungai (Sub-DAS) di lanskap Ketungau, yang dinilai memiliki potensi strategis untuk pengembangan ekonomi lokal. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam penyusunan perencanaan tata ruang yang lebih holistik dan berwawasan lingkungan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang.
Jaka Kembara dari Swandiri Inisiatif Sintang menyampaikan pentingnya menyelaraskan upaya pembangunan berkelanjutan dengan rancangan pembagian ruang yang telah disusun oleh pemerintah desa. “Perlu melihat dan mensinkronkan upaya pembangunan yang berkelanjutan di lanskap Ketungau dengan pola pembagian ruang yang telah dirancang oleh setiap pemerintah desa yang ada,” ujarnya.
Perhatian lain dalam diskusi ini juga mengenai bagaimana mengoptimalkan lahan sawit yang telah ada agar dapat memberikan hasil yang maksimal tanpa harus terus membuka lahan baru. Hal ini menjadi kunci dalam menekan ekspansi perkebunan sawit yang seringkali berdampak pada degradasi lingkungan.
Melalui konsultasi publik ini, diharapkan tercipta kemitraan yang solid antara berbagai pihak, untuk mewujudkan Ketungau sebagai lanskap yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga lestari secara ekologis.
