Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan stimulus pembiayaan lokal haji hingga sekitar Rp1,09 miliar untuk meringankan beban jemaah pada musim haji tahun ini. Dukungan tersebut difokuskan pada kebutuhan layanan lokal, mulai dari transportasi darat, akomodasi, hingga konsumsi selama proses keberangkatan dan pemulangan.
Total bantuan yang digelontorkan mencapai Rp1.090.850.000 tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan jemaah, khususnya pada tahapan sebelum keberangkatan dan setelah kepulangan.
Pada tahun ini, jumlah jemaah haji asal Kalbar tercatat sebanyak 1.858 orang, menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.519 orang. Penurunan jumlah jemaah tersebut berdampak pada meningkatnya beban biaya yang harus ditanggung per orang.
Melihat kondisi tersebut, Pemprov Kalbar mengambil langkah intervensi melalui pemberian bantuan biaya lokal sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.
Adapun rincian dukungan yang diberikan meliputi transportasi darat dari asrama haji menuju bandara di Pontianak maupun Batam sebesar Rp784.000.000, biaya akomodasi asrama haji Rp137.510.000, serta konsumsi jemaah di Asrama Haji Pontianak dan Batam sebesar Rp169.340.000.
Sementara itu, komponen biaya yang masih menjadi tanggungan jemaah adalah transportasi udara rute Pontianak–Batam (PP). Hal ini disebabkan keterbatasan kemampuan APBD, di tengah kenaikan harga layanan penerbangan yang dipicu lonjakan harga avtur.
Meski demikian, Pemprov Kalbar terus mengoptimalkan dukungan pada komponen biaya yang masih dapat diakomodasi melalui APBD, khususnya untuk layanan darat, konsumsi, dan fasilitas asrama haji.
Langkah ini sejalan dengan amanat regulasi, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, yang memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk membiayai kebutuhan transportasi dan layanan lokal jemaah sesuai kemampuan fiskal daerah.
Kebijakan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam memastikan proses penyelenggaraan ibadah haji berjalan lebih nyaman, aman, dan terfasilitasi dengan baik bagi seluruh jemaah asal Kalimantan Barat.