(Oleh: Al-Fakir)
“Semoga Allah menggantikan untuk kita dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”(QS. Al-Qalam; 32)
Singkat tapi bikin hati luluh dan kadang mengeluarkan air mata.
Tetapi coba hilangkan penyesalan kita dengan membaca ayat tersebut pelan-pelan.
Atas kesempatan yang hilang, pekerjaan yang terlepas, keluarga yang menyertaimu selama ini, atau setiap sahabat yang wajahnya dulu kamu anggap indah, namun kini berpaling dingin.
Karena takdir Allah, semuanya baik.
Baik yang membuat kita tersenyum maupun yang membuat kita menangis.
Tidak ada kehilangan yang terjadi kecuali untuk mengeluarkanmu dari luka yang lebih dalam.
Jika kita memahami hikmah-Nya, bersyukurlah.
Jika belum mengerti hikmahnya bersabarlah.
Sesungguhnya segala keputusan Allah adalah kebaikan, entah ia datang dalam bentuk yang lembut, atau dalam rupa yang melukai.
Maka tenangkan hatimu.
Setiap kali sesuatu pergi, katakanlah dengan lembut ;
“Semoga Allah memberikan ganti kepada kita dengan yang lebih baik baik daripada ini…”
Tenang dan penuh prasangka baik.
Ihktiarlah dengan maksimal, tawakalnya lebih maksimal.
Akhirnya kita tahu, semua yang kita lakukan, yang kita usahakan, memang buat diri kita sendiri.
Semua kembali kepada kita, sejauh apa yang kita usahakan itu, sebanyak itu pula yang kita dapatkan.
Ternyata dalam islam itu ada feedback, dan feedback itu untuk diri kita sendiri, bukan orang lain, bukan pula buat Allah.
Allah mengambil sesuatu bukan karena Ia ingin menyakiti kita, tapi Ia ingin menyelamatkan kita dari hal yang tidak sanggup kita lihat sekarang.
Rasulullah bersabda;
“Tudaklah Allah mengambil sesuatu dari hamba-Nya kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik.”(HR. Ahmad)
Ada hikmah yang sedang tumbuh dibalik setiap kehilangan, seperti benih yang tersembunyi dalam tanah, sunyi, gelap, namun distulah kehidupan baru dimulai.
Semoga Allah menjaga kita semua.
Barakallahu fikum aj’main.
Sukamiskin