ChatGPTImage23Jun202611.34.5

(Oleh: Al-Fakir)

Ibnu Sina sejak ribuan tahun yang lalu sudah menjelkaskan, bahwa orang yang berkuasa sering kehilangan akal sehat.

Ketika seseorang tidak memiliki kekuasaan, ia masih terbiasa mendengar dan menerima kritik. Masih terbiasa mengetahui kekuranganya

Namun kekusaan datang, perlahan keadaan berubah. Semakin sedikit orang yang berani berkata jujur. Semakin banyak orang yang memilih menyenangkan hatinya.

Akibatnya. Ia tidak lagi melihat dirinya sebagai mana adanya. Melainkan sebagaimana orang-orang ingin ia melihat dirinya.

Dalam kitab as-siyasah, Ibnu Sina mengingatkan bahwa orang yang paling membutuhkan koreksi justru pemimpin. Karena merekalah yang paling mudah kehilangan cermin untuk melihat kekurangannya sendiri.

Lama-lama, kritik terasa seperti serangan. Nasihat terasa seperti penghinaan. Dan pujian terdengar seperti kebenaran.

Padahal bukan kekuasaan yang merusak manusia. Sering kali merusaknya adalah ketidak mampuan menerima kenyataan bahwa dirinya bisa salah.

Menurut Ibnu Sina, kepemimpinan itu dimulai dari manajemen diri. Sebab orang yang mampu memimpin dirinya sendiri, tidak akan takut ketika kebenaran datang dalam bentuk kritik.

Ibnu Sina, selama ini kita kenal sebagai bapak kedokteran moderen. Namanya indentik dengan ilmu kesehatan,rasionalitas dan karya-karya besar yang mempengaruhi dunia ber abad-abad.

Namun beliau juga banyak meninggalkan pemikiran/ilmu yang mendalam tentang bagaimana manusia mengelola, dirinya, keluarganya dan kehidupan sehari-sehari termasuk kepemimpinanya.

Barakallahu fikum aj’main

Sukamiskin

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *