(Oleh: Al-Fakir)
Ia bersedekah 3 kali tapi sedekahnya jatuh kepada Pencuri, Pezina dan Orang Kaya. Ia menangis takut sedekahnya tidak diterima.
Malam itu sangat sunyi di sudut kota Madinah, seorang lelaki duduk sendiri dengan hati yang bergetar. Ia memandang harta kecil di tangannya. Ia berbisik “Ya Allah, ini bukan milikku, ini hanya titipan-Mu. Aku ingin bersedekah agar Engkau ridha kepadaku.”
Dengan langkah hati-hati dan sedikit tersembunyi dari pandangan manusia, dia ingin tak seorangpun tahu, karena ia hanya ingin Allah yang menjadi saksi.
Dengan tulus ia serah kan sedekahnya, dan ternyata sedekahnya jatuh ketangan seorang pencuri.
Ke esok harinya suara-suara sinis terdengar, “dia bersedekah kepada pencuri, apa gunanya?”
Hatinya merasa terganggu, terhina, namun ditengah situasi itu, ia masih menengadahkan tanganya, berdoa dan menitik kan air mata.
“Ya Allah, segala puji hanya untuk-Mu, Engkau tahu aku tak bermaksud salah. Aku akan bersedekah lagi, ya Rabb, jangan biarkan amal ini sia-sia.”
Malam berikutnya ia keluar lagi dengan hati yang gemetar. Dengan penuh harap ia berikan sedekahnya, tapi kali ini sedekahnya itu sampai kepada seorang wanita penzina.
Berita itu cepat menyebar, dan cemoohan orang-orang terdengar lebih keras!, ” tadi malam ia memberi sedekah kepada pezina!, betapa sia-sianya”!
“Ya Allah jika pun semua orang menghina, jangan engkau palingkan wajah-Mu dariku. Aku akan bersedekah lagi. Aku hanya ingin terimalah sedekahku oleh -Mu ya Allah.”
Ia mencoba lagi untuk yang ke tiga kali, dengan sisa harapan yang hampir hilang, ia keluarkan sedekahnya.
Tapi alangkah kecewa hatinya, ternyata sedekahnya jatuh kepada orang kaya!, dan sekali lagi ia ditertawakan oleh orang-orang dengan nada menghina…betapa bodohnya ia bersedekah kepada orang kaya.!”
Malam itu ia tak kuasa menahan tangis. Ia merasa tak ada artinya ia bersedekah, ia merasa Allah tak menerima dirinya. Diatas hamparan doa, ia menangis sampai tertidur, membawa kegundahan hatinya yang tak terlukiskan, namun dalam tidurnya, Allah mengirimkan malaikat melalui mimpinya, malaikat berkata kepadanya: ” sedekahmu kepada pencuri, semoga ia berhenti mencuri, sedangkan kepada penzina semoga ia berhenti berzina.
Sedekahmu kepada orang kaya, semoga ia mengambil pelajaran lalu bersedekah dari harta yang Allah karuniakan kepadanya.”
Ia terbangun dengan tubuh gemetar. Air matanya mengalir deras. Sujudnya malam itu lebih lama dari biasanya. Ia sadar bahwa manusia hanya melihat salah nya, tapi Allah melihat niatnya. Manusia bisa mencaci tapi Allahlah yang menumbuhkan buah dari setiap kebaikan. Begitu indahnya rahmat Allah. Tidak ada kebaikan yang sia-sia. Setetes air mata karena ihklas, segenggam sedekah yang tulus, bahkan ketika salah sasaran,..semua tetap Allah catat sebagai pahala. Sahabat-sahabat semuanya, jangan pernah berhenti berbuat baik, jangan takut salah sasaran, jangan gentar dengan cemoohan manusia. Karena Allah lebih tahu apa yang tersimpan dihatimu.
Bersedekahlah, meski sedikit. Karena Allah mampu menjadikanya cahaya yang menerangi hidupmu, dan jalan hidayah bagi orang lain. Bersedekah bukan agar manusia melihat, tetapi agar Allah meridainya.
Barakallahu fikum aj’main.
Sukamiskin,
Sumber; Sahih al-Bukhari 1332(Kitab Zakat)
