kkl-100kb

Foto: Dok. PKM PWK FT Untan

PONTIANAK — Sebanyak 52 mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura mengikuti kuliah kerja lapangan di SMK Negeri 6 Pontianak, Selasa (15/9/2026). Kunjungan ke jurusan kriya tekstil dan keramik ini menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Kewirausahaan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.

Mengusung tema Eksplorasi Inovasi Produk Kreatif Keramik dan Tekstil Lokal, kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa dengan guru dan siswa yang bergelut langsung dalam pembuatan karya kriya. Mahasiswa didampingi tiga dosen, yakni Dr.Ars Ely Nurhidayati, S.T., M.T., Charmyllia, S.T.,M.P.W.K., dan Marisca Jessica Yastri, S.P.W.K., M.URP. Kegiatan turut dihadiri Plt. Kepala SMK Negeri 6 Pontianak, Hadiman, S.Pd. Dari bidang kriya tekstil, hadir Sariningsih, S.Pd., Fitriana Kusnida, S.Sn., dan Nursa’idah, S.Pd. Sementara itu, bidang kriya keramik didampingi Drs. Eko Joko Murdiyanto dan Siti Romelah, S.Pd.

Kunjungan berfokus pada pengenalan proses produksi serta potensi pengembangan produk tekstil dan keramik lokal. Interaksi dengan guru dan siswa memberi mahasiswa kesempatan untuk mengenali keterampilan, bahan, dan tahapan pengerjaan yang berada di balik sebuah produk. Pengamatan tersebut menjadi bahan untuk memahami hubungan antara proses kreatif, mutu produk, dan peluang usaha.

Dalam mata kuliah Kewirausahaan, pengalaman lapangan ini membantu mahasiswa menghubungkan gagasan usaha dengan kondisi produksi yang nyata. Produk kreatif perlu dilihat dari keunikan desain, kebutuhan calon pembeli, kemampuan produksi, hingga cara memasarkannya. Karena itu, kunjungan ke lingkungan pendidikan vokasi memberi konteks yang dekat bagi mahasiswa untuk mempelajari bagaimana keterampilan dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Bagi mahasiswa PWK, pembelajaran tersebut juga berkaitan dengan pengembangan ekonomi lokal. Usaha kriya bertumpu pada keterampilan masyarakat, bahan yang digunakan, jejaring produksi, dan akses pasar. Memahami hubungan itu menjadi bekal untuk melihat kebutuhan pelaku usaha ketika merencanakan pengembangan suatu wilayah atau kawasan.

Keterlibatan siswa SMK dalam kunjungan ini membuka ruang pertukaran pengalaman antara dua bidang pendidikan. Mahasiswa PWK mengenal praktik kriya dari lingkungan sekolah, sementara karya dan keterampilan siswa menjadi bagian dari pembahasan tentang inovasi produk serta peluang ekonomi kreatif.

Melalui kuliah lapangan ini, proses belajar Kewirausahaan dibawa lebih dekat dengan pelaku dan tempat produksi. Pengalaman di jurusan tekstil dan keramik menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menilai potensi usaha lokal secara lebih konkret, sekaligus memahami peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan keterampilan yang dibutuhkan kegiatan ekonomi daerah.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *