Ashabul Kahfi di Gua Bercahaya-100kb

(Oleh: Al-Fakir)

Kisah Ashabul Kafi mengajarkan bahwa Allah mampu menjaga hamba-Nya dengan cara yang melampaui batas akal manusia.

Ketika dunia terasa harus di korbankan demi mempertahan tauhid, tetap yakin bahwa pertolongan Allah selalu ada bagi orang yang bertakwa.

Tidur 3 (tiga) abad lebih tanpa makan, minum, dan tubuh tidak membusuk.

Mereka adalah Pemuda Bangsawan di era raja zalim penyembah berhala (Diqyanus/Decius).
Dipaksa murtad atau dihukum mati, dan mereka memilih meninggalkan Tahta dan Kekayaan, demi mempertahankan satu kalimat : Tauhid murni kepada Allah.

Seekor anjing setia mengikuti pelarian mereka, dan berjaga diambang pintu gua.

Allah mengabadikan posisinya dalam Al-Qur’an;

“Wa kulbuhum basithun dzira’ayhi bil-washid”
anjing mereka menjulurkan kedua lengan depannya dimuka pintu gua.(QS. Al-Kahfi, 18).

Allah tidak langsung menidurkan jantung mereka, melainkan, Menutup indera pendengaran:

“Fadharabna ala adzanihim fil-kahfi sinina ‘adada”(maka kami tutup telinga mereka di dalam gua itu bertahun-tahun lamanya) (QS. Al-Kahfi, 11).

Secara medis, suara adalah pemicu utama terbangunya otak.

Gua itu memiliki orientasi khusus yang di setel oleh Allah:

Saat matahari terbit sinarnya condong menjauhi sebelah kanan gua. Saat terbenam, cahayanya melipir ke sebelah kiri, (QS. Al-Kahfi,17).
Udara tetap mengalir segar, namun tubuh mereka tidak hangus terbakar radiasi panas.

Secara medis manusia yang berdiam beberapa minggu saja, akan terkena dekubitus (ulkus/pembusukan akibat terkena gravitasi).

Solusi Illahi:
“Wa nuqalibuhum dzatal yamini wa dzatasy syimal” kami bolak-balikan tubuh mereka kekanan dan kekiri secara berkala(QS. Al-Kahfi, 18).

Mereka tidur dalam kondisi mata terbuka, seolah olah sedang terjaga.

“Wa tahsabuhum aiqazhan wa hum ruqud”
kamu mengira mereka bangun, padahal mereka tidur nyenyak. Jika ada orang luar melongok ke dalam, ia akan lari tunggang langgang, karena ngeri (QS. Al-Kahfi: 18)

Ibnu Katsir rahimahullah, mencatat pelajaran agung;

Anjing ini ikut tertidur lelap dan dijaga tubuhnya sepanjang ratusan tahun berkat keberkahan menemani orang-orang shalih yang bertauhid.

Berapa lama waktu yg terjadi diluar gua?

“Wa labitsu fi kahfihim tsalatsa m’atin sinina wazdadu ti’sa” (Dan mereka tinggal dalam gua mereka 300 tahun dan ditambah sembilan tahun, QS. Al-Kahfi, 25).

300 tahun kalender Matahari (Syamsiyah) setara persis dengan 309 tahun kalender bulan (Qamariyah).

Tiga abad berlalu, namun metabolisme mereka terkunci sempurna, salah seorang bertanya:

“berpa lama kita tertidur?”, yang lain menjawab santai “kita tertidur sehari atau setengah hari saja.”(QS. Al-Kahfi,19)

Mereka tidak merasa lapar akut ataupun menua drastis.

Karena merasa lapar biasa, mereka mengutus satu orang membawa uang koin perak kuno mereka, ke kota.
Mereka berpesan agar berhati-hati dan memilih makanan yang paling halal dan bersih, tanpa menarik perhatian tentara raja.

Pedagang terperangah menatap koin perak tersebut.
Uang itu berasal dari era kaisar 3 (tiga) abad yang lalu!.

Pedagang mengira pemuda ini baru menemukan harta karun terpendam, hingga ahirnya rahasia gua itu terbongkar ke seluruh negeri.

Raja zalim telah musnah ratusan tahun lalu.
Generasi baru kota itu kini, dipimpin oleh penguasa yang beriman.

Kisah Ashabul Kahfi menjadi bukti nyata di depan mata kita:

Bahwa hari kebangkitan jasmani di kubur adalah hal yg sangat mudah bagi Allah.

Pelajaran aqidah paling mahal:

Jika kamu berani mengorbankan zona nyamanmu demi menjaga tauhid dari kemaksiatan Allah sanggup membekukan hukum alam semesta, mematikan waktu, dan mejaga fisikmu dengan cara yg tidak pernah terlintas dalam akal manusia.

Rabb yg menjaga Ashabul Kahfi adalah Rabb yang sama hari ini.

Jangan takut kehilangan dunia saat kita memilih berdiri teguh diatas syariat-Nya dan Sunnah.

Barakallahu fiikum aj’main.

Subuh,sudut sempit sukamiskin akhir pekan yang sunyi dan sepi.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *