Cesar Marcelo, anak muda ‘gemoy’ nan energik. Potongannya tidak memberatkan langkahnya untuk bergerak. Tak jarang walau harus tak tidur hingga pagi. Begitulah dunia ‘aktivisme’ anak muda Genzi hari ini. Biar telat makan, yg penting bisa kumpul di cafe bareng kawan.
Seminggu sebelum ‘purna tugas’ sbg Ketua DPD GMNI Kalbar, ia bersama rombongan pengurus & kader GMNI datang menemui saya di Cafe Bumi. Ternyata mereka datang sekalian mau numpang makan, tampak tumpukan nasi bungkus dalam beberapa kantong plastik besar. Saat itu kira2 jam 5 sore. “Bang, saye belum tidok dari tadi malam nih, “ujar Cesar. Langsunglah saya persilahkan mereka semua untuk mengisi ‘amunisi’. Saya lalu masuk kedalam kantor Gemawan & mengambil rokok di ruangan kerja. Ketika saya kembali ke belakang, saat teman-teman telah selesai makan, “Cesar mana? “Tidur Bang, “sahut mereka kompak. Saya pun tersenyum memaklumi. Rupanya Cesar ini datang cuma mau numpang makan & tidur, lalu teman-temannya disuruh menemani saya, “gumam saya dalam hati. Sebagai senior tentu saya maklum melihat Cesar, hal yg sama pernah saya lalui saat seumuran dengan dia. Saat masa reformasi 98, saya baru berumur 23 tahun, lagi hot-hotnya aktivisme dunia mahasiswa. Setahun kemudian, saya dan beberapa kawan mendirikan Gemawan pada 1999.
Lumayan mengalir diskusi dengan Dika dkk sambil menunggu Cesar bangun. Setidaknya saya menangkap antusiasme ‘passion’ anak-anak muda yang aktif di GMNI sekarang. Karena ‘sependek’ yang saya tau, dimasa Cesar memimpin DPD GMNI melanjutkan Sandy seniornya, ketua DPD Kalbar pertama yang telah ‘naik tingkat’ ke DPP, telah terbentuk 10 DPC se-Kalbar. Ini adalah hasil kerja kolektif organisasi yang digerakkan oleh Cesar dkk. Walaupun dengan segala keterbatasan, mereka mampu menggerakkan roda organisasi. Mengonsolidasi modalitas internal & menggalang dukungan eksternal. Membangun ‘chemistry’ antar mereka untuk berjalan-beriringan serta bersama-sama. Hingga puncaknya pada momentum Konferda DPD GMNI Kalbar II yg pembukaannya digelar di Pendopo Gubernur. Kehadiran ‘Utusan Gubernur’ yg membuka Konferda, sambutan Ketua DPRD Pontianak, plus kedatangan langsung Ketum DPP GMNI, membuktikan Cesar dkk mendapatkan legitimasi kuat dari stakeholders. Begitu juga wajah-wajah alumni GMNI yang hadir, ‘familiar’ dikenal sebagai Ketua Bawaslu, KPU, KIP, Akademisi, ASN hingga aktivis masyarakat sipil.
Saya rasanya tidak sering diskusi dengan Cesar dkk, sesekali saja kadang di berbagai kegiatan mereka, atau pas mereka berkegiatan di aula kantor Gemawan. Tapi jika dicermati langkah-langkahnya, hasil dan progresnya nampak, terang malah. Barangkali Cesar ini menggambarkan sosok anak muda ‘pekerja organisatoris’. Tanpa banyak ‘omon-omon’, dia bergerak. Tak berhenti pada titik ‘nyaman’, selalu mencoba hal-hal baru yang lebih menantang.
Sebagai potret aktivis genzi, pengalaman Cesar dkk ini sangat mahal. Bekalnya telah ‘lebih dari cukup’ untuk melanjutkan langkah dan kiprah kehidupan berikutnya. Tinggal memperkuat literasi, serta mengasah retorika komunikasi dan negosiasi. Karena pesan klasik dari HOS Cokroaminoto kepada para aktivis; ‘bicaralah seperti orator dan menulislah seperti wartawan’. Makanya ngomong dan nulis itu adalah pekerjaan dasar dari seorang aktivis. Karena kemampuan dasar itu juga yang akan menempa aktivis menjadi aktor hingga pimpinan politik.
Terakhir, selamat kepada Bung Cesar dkk. Semoga mengantarkan regenerasi kepemimpinan GMNI yg makin progresif dan visioner. Teruslah bergerak dan senantiasa mencoba tantangan-tantangan baru menuju kiprah kejuangan berikutnya. Yakinlah, semesta mencatat kerja keras semuanya dan pasti akan ada ganjarannya. Tuhan Ora Sare.
M e r d e k a..!!!
Pontianak, 29 Juni 2025
Hermawansyah
