Kita terlalu menjadi Sunni,
Kita terlalu menjadi Syiah,
Kita terlalu menjadi NU,
Kita terlalu menjadi Muhammadiyah
Kita terlalu menjadi Salafi
Kita terlalu menjadi Wahabi,
Sampai lupa menjadi Muslim
Seberapa sering kita membiarkan rasa superior kelompok melahap persaudaraan muslim?
Seberapa sering kita membiarkan kesombongan ilmu justru membutakan tujuan kita beragama?
Padahal Islam adalah agama yg lembut,ramah,sopan,empati,luas berwawasan namun tidak saling merendahkan.
Mengapa muslim hari ini begitu sibuk merusak islam dari dalam?
Saling sibuk menghakimi, mengkambing hitamkan satu sama lain, mencurigai,mengintimidasi, mengadu domba sesama muslim, saling meludahi dan saling mengkafirkan?
Saling sibuk membusungkan dada daripada bahu membahu?
Semua merasa paling berhak menjadi juru bicara Tuhan, semua merasa paling benar menjalankan kehendak Tuhan sambil menunjuk yg dilakukan oleh muslim adalah bentuk-bentuk kekufuran.
Apakah dalil-dalil agama memang sengaja dijadikan peluru untuk saling membidik,mengkafirkan? Dan memecah belah umat?
Perselisihan dan perbedaan yg masih tinggal hingga sekarang adalah peluang yg sengaja dibuat buat antara kaum syiah dan kaum sunnah. Yg oleh kaum kolonialisme sengaja dibesar besarkan, atau paling tidak, dilestarikan untuk dijadikan pemisah abadi antara dua golongan tersebut. Dari selal-sela peluang itulah kolonialisme menyusup untuk mencapai tujuannya(Syekh Muhammad Al-Ghazali).
“Jangan kalian menyatakan diri kalian suci. Sebab sesungguhnya Allah paling mengetahui siapa orang yg paling bertakwa”(QS. An-Najm ; 32)
“Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali(agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara”(QS. Ali Imran;103).
“Sesungguhnya ini (agama tauhid) adalah agamamu, agama yg satu”(QS. Al-Anbiya;92).
Tidak sulit merusak sebuah umat jika dari dalam sendiri mereka sudah terpecah belah, saling memusuhi dan memfitnah. Kita akan cepat dirusak oleh propaganda barat, infirior,tidak berdaya, menjadi kacung Barat dan saling mengorbankan muslim yg lain.
Bayangkan begitu banyak berusaha merusak islam dari luar, Orientalisme, Narasi Barat, Feminisme, kapitalisme global dsb. Namun dari dalam sendiri kita bukan saling menguatkan bersatu melawan mereka, justru sibuk saling memperebutkan kelompok siapa yg pantas masuk surga. Ada banyak fitnah dunia yg harus umat muslim hadapi,namun umat ini begitu sibuk saling memfitnah,alilh-alih demi tujuan ukhrawi. Islam dihancurkan dari luar dan dalam. Beginikah yg kita maksud “mencari ridho Allah’?, wahai saudara muslimku?
Biarlah salafi,wahabi,nu,muhammadiyah,syiah,sunni dan yg lainya beramal melakukan kebaikan menurut dalil-dalil yg difahami mereka, masing-masing mereka akan bertanggung jawab atas ibadahnya. Berhentilah saling menyesatkan,perbedaan pendapat atas mazhab adalah fitrah. Berhentilah saling mengkafirkan selama kita percaya kepada Allah dan Nabi Muhammad,kita adalah umat yg sama. Berhenti memprovokasi jemaah dari kelompok masing-masing untuk menghakimi kelompok yg lain adalah kelompok yg sesat. Sejatinya kelompok-kelompok dalam islam ialah gerakan yg saling melakukan giat-giat kebaikan, berbeda amal kebaikan denganmu bukan bearti sesat dan kafir. Berhenti jadi umat pemarah dan pengadu domba atas muslim lainya. Mari berlomba-lombalah dalam kebaikan, bukan perpecahan.
“Tersebarnya kekafiran di dunia ini, setengah dosanya ditanggung oleh orang-orang taat beragama. Karena mereka telah membuat orang-orang benci kepada Allah disebabkan buruknya perkataan dan perbuatan mereka.”( Syekh Muhammad Al-Ghazali).
Kita lupa kalau dulu kita adalah umat yg kuat dan bermartabat. Kita lupa kalau hari ini kita umat yg kemah dan diperbudak oleh keangkuhan kelompok masing-masing. Kita lupa kalau kita muslim.
Semoga kita semua bisa merenung dan memikirkan ulang konsep muslim yg disandang di bahu kita, dititipkan di kepala kita dan hati kita.🙏
Wallahualam,
Barakallahu fikum aj’main.
Sukamiskin,
Al-Fakir🙏