(Oleh: Aldo Topan Rivaldi)
Ada satu kalimat yang, entah lucu entah getir, sering saya dengar dan sampai sekarang kadang masih bikin senyum miris: “Apa-apa aku ditolong senior.” Kalimat itu bisa diucapkan penuh sarkasme—seolah-olah bantuan selalu punya kadar pahit—atau justru diucapkan dengan nada syukur, mengingat tangan-tangan yang pernah menolong kita ketika dunia terasa sempit. Bagi saya, senioritas dalam organisasi bukan hitam-putih. Ia adalah spektrum: dari ketegasan yang mendisiplinkan sampai kelakuan yang menyakiti—dan di antara keduanya ada banyak hal yang membentuk siapa kita hari ini.
