(Oleh: Al – Fakir)
Bagian terberat dari ujian adalah sabar.
Karena sabar bukan diam tanpa perasaan, tetapi kemampuan menjaga hati agar tetap husnudzon, meski terjadi tak sesuai harapan.
Sabar itu tidak semudah kata “tenang saja.”
Ia adalah proses panjang-antara air mata, doa, dan keyakinan yang terus diuji.
Setiap orang diuji, tapi bentuknya berbeda.
Ada yang diuji lewat kehilangan, ada yang lewat penantian, ada yang lewat kesepian, yang tak kunjung usai.
Firman Allah ;
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yg sabar.”(QS. Al-Baqarah 153)
Allah tidak menjanjikan hidup tanpa ujian, tapi menjanjikan kebersamaan-Nya dalam setiap setiap kesabaranmu.
Kadang kita merasa sendirian, padahal disetiap air mata yang jatuh dalam sujud, Allah sedang menatap mu penuh kasih.
Sabda Rasulullah;
“Tidak ada musibah yang menimpa seorang muslim, melainkan Allah akan menghapus dosanya karenanya, sekalipun hanya duri yang menusuknya.”(HR. Bukhari & Muslim)
Sabar bukan hanya menahan diri, tapi juga percaya bahwa setiap luka membawa ampunan.
Kita tidak harus kuat, yang penting tetap bertahan di jalan yang benar meski hatimu nyaris patah.
Sabar bukan tentang menunggu ujian selesai, tapi tentang tetap berbuat baik meski hati sedang terluka.
Dan nanti…
Kita akan mengerti,bahwa sabar yg dulu terasa berat, justru yang paling banyak menyelamatkanmu.
“Sabar bukan berarti tak boleh lelah, tapi tetap memilih ridha meski perih.”
Allah tidak pernah menyuruh kita menanggung semuanya sendiri, Dia hanya ingin kita bertahan, sebab di ujung sabar, selalu ada pelukan rahmat dari – Nya.
Tenang dalam genggaman-Nya dalam setiap ujian hidup.
Barakallahu fikum aj’main
Sukamiskin