WhatsApp Image 2026-02-10 at 15.48.29

Pontianak, Selasa 10 Februari 2026 — Construction Industry Development Board (CIDB) Malaysia, lembaga yang memiliki peran setara dengan LPJK di Indonesia, melakukan kunjungan resmi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat serta Kantor Gubernur Kalbar untuk menjajaki kerja sama peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi Indonesia.

Delegasi CIDB dipimpin Ts. PMr. Br. Muhammad Rizuan Bin Hamzah selaku GM CPDD CIDB Malaysia dan Abdul Rahman Bin Ahmad, CEO Akademi Binaan Malaysia (ABM). Dalam pemaparannya, CIDB menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Politeknik Negeri Pontianak untuk membuka program pelatihan tenaga kerja konstruksi bersertifikat.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sistem pelatihan tenaga terampil sekaligus sertifikasi kompetensi kerja yang diakui secara profesional.

Inisiatif ini dilatarbelakangi pesatnya pembangunan infrastruktur di Malaysia, khususnya Sarawak dan Kuching, yang mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja konstruksi terampil dan bersertifikat.

Pertemuan di Kantor Dinas PUPR Kalbar kemudian dilanjutkan dengan audiensi bersama Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang SDM, Ir. Yosafat Triadhi Anjioe, ST, MT, di Kantor Gubernur. Kegiatan ini turut dihadiri Forum Masyarakat Jasa Konstruksi (FORMAJAKON) Kalbar serta perwakilan asosiasi konsultan, antara lain GAPENSI, INKINDO dan PERKINDO.

Dalam diskusi tersebut, dibahas peluang besar bagi tenaga terampil dan tenaga ahli Indonesia untuk terlibat dalam proyek-proyek konstruksi di Malaysia. Yosafat Triadhi Anjioe menyatakan bahwa kerja sama ini layak dibahas lebih lanjut dan dapat diusulkan menjadi agenda forum kerja sama sosial ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo), mengingat posisi strategis Kalimantan Barat sebagai wilayah perbatasan.

Ia menambahkan, fasilitas pemerintah daerah seperti Balai Latihan Kerja (BLK) di kawasan perbatasan dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan bersama melalui kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, dengan mengacu pada standar pelatihan yang disepakati kedua negara. Standarisasi ini penting agar sertifikat kompetensi yang diterbitkan dapat diakui dan digunakan dalam kegiatan jasa konstruksi lintas negara.

Program ini dipandang berpotensi menjadi proyek percontohan (pilot project) kerja sama Indonesia–Malaysia dalam mencetak tenaga kerja konstruksi terampil dengan pengakuan kompetensi internasional.

Selain meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat hubungan bilateral di bidang pengembangan sumber daya manusia konstruksi.


“Kunjungan ini menjadi penanda awal terbukanya peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam pelatihan, sertifikasi, dan mobilitas tenaga kerja konstruksi profesional di kawasan regional”ujar Tirto Admojo sekum Formajakon yang juga salah satu assesor TUK GAMANA KALBAR MANDIRI.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *