ChatGPTImage18Feb202610.30.16

(Oleh: Al-Fakir)

Terkadang Allah membuatmu berada di situasi yg tidak bisa diselesaikan oleh siapapun.

Agar kita sadar pertolongan hanya datang dari Allah.

Jangan menyerah. Bisa jadi kita sedang satu langkah lagi dari saat Allah “turun tangan.”

Nabi Yunus tidak pernah mengira, bahwa ia bisa keluar dari perut ikan paus.

Nabi Musa tidak pernah menyangka bahwa lautan didepanya akan terbelah menjadi dua.

Kadang Allah membiarkan kita berada dalam situasi yang terasa mustahil untuk keluar, -agar kita mengetahui tidak ada yang Mustahil bagi Allah.

Ketika semua jalan tertutup, distulah Allah menunjukan kuasa-Nya, melalui cara yang tidak pernah kita duga.

Dalam perut ikan nabi Yunus tidak membawa siapapun kecuali Doa dan Keyakinan.


“Laa ilaaha illa anta, aubhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimin.”(qs. Al-Anbiya, 87)

Doa ini menjadi simbol pengakuan hamba atas kelemahan diri dan kebesaran Allah, dan dengan itu, Allah mengelurakanya dari kesempitan menuju keselamatan.

Ketika laut di depan dan musuh di belakang, manusia panik, tapi Musa berkata dengan tenang ;

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”(qs. Asy-Syu’ara, 62).

Keimanan Nabi Musa adalah ketenangan dalam krisis, keyakinan yang mengguncang pertolongan Allah dalam sekejap.

Keduanya berada di titik mustahil, tapi justru di titik itulah Allah “Turun Tangan.”

Sabda Rasulullah;

“Ketahuilah, pertolongan Allah itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”( HR. Tirmidzi).

Pertolongan Allah hadir di saat yang paling tepat, ketika hati benar-benar menyerah hanya kepada-Nya.

Jadi, kalau sekarang kita sedang di titik buntu, ingatlah:

Bukan keadaan kita yang mustahil, tapi mungkin kita belum benar-benar berserah diri.

Allah tidak pernah terlambat menolong, hanya saja, kita sering terburu-buru menunggu hasil, tanpa memahami proses.

Maka tenanglah

Jika laut terbelah, dan ikan bisa memuntahkan Nabi, maka urusan kitapun bisa Allah selesaikan dengan cara yang paling indah.

Kita menunggu pertolongan Allah dengan ketenangan hati dan jiwa, yg hidup kita ini ada dalam genggaman-Nya.

Barrakallahu fikum aj’main


Sukamiskin,


Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *