Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) terus memperluas akses internet gratis berkecepatan tinggi untuk mendukung digitalisasi pendidikan. Hingga 2026, program tersebut telah menjangkau sembilan sekolah negeri tingkat SMA, SMK, dan SLB dengan kapasitas jaringan mencapai 1 Gbps di setiap titik.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kalbar dalam memperkuat pemerataan akses teknologi informasi di sektor pendidikan, sekaligus mendukung pembelajaran berbasis digital di sekolah-sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan penyediaan layanan internet gratis dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta.
“Program ini masih tergolong baru di Kalimantan Barat, bahkan di Indonesia. Namun program tersebut merupakan bagian dari program besar pemerintah yang dikenal dengan konsep internet rakyat,” ujarnya.
Adapun sembilan sekolah yang telah menikmati layanan internet gratis tersebut yakni SMAN 1 Mempawah Hilir, SMKN 1 Mempawah Hilir, SMAN 2 Mempawah, SLBN Mempawah, SMAN 1 Pontianak, SMAN 7 Pontianak, SMAN 8 Pontianak, SMKN 8 Pontianak, dan SMAN 1 Bengkayang.
Penyediaan layanan tidak hanya mencakup pemasangan infrastruktur jaringan, tetapi juga pengelolaan dan pemeliharaan agar konektivitas tetap stabil dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar mengajar.
Menurut Syarif Faisal, tahap awal program difokuskan pada sekolah-sekolah yang paling mudah dijangkau sebagai bagian dari peluncuran perdana. Namun, pada tahap berikutnya, cakupan program akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.
“Tahap pertama memang baru sembilan sekolah karena diprioritaskan pada lokasi yang paling mudah dijangkau untuk kebutuhan launching. Namun pada tahap kedua, kami berharap seluruh 14 kabupaten/kota minimal memiliki sekolah yang sudah terpasang layanan internet gratis,” katanya.
Pada 2026, program ini direncanakan diperluas ke wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Saat ini proses pengembangannya masih dalam tahap persiapan.
Dengan dukungan internet berkecepatan tinggi, sekolah diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan platform pembelajaran digital, asesmen berbasis daring, hingga penguatan literasi teknologi bagi siswa maupun tenaga pendidik.