ChatGPTImage30Apr202609.18.1

Pontianak – Perbaikan infrastruktur jembatan mulai memberi dampak langsung bagi mobilitas warga di Kalimantan Barat. Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat menuntaskan penggantian Jembatan Sekolah di Kecamatan Kakap dan pembangunan Jembatan Kecapah di Kecamatan Semitau.

Kedua jembatan ini sebelumnya berada dalam kondisi kurang layak, bahkan berisiko dilintasi saat debit air meningkat seperti ketika cuaca hujan ekstrim atau banjir. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas warga, mulai dari perjalanan pelajar, distribusi logistik, hingga mobilitas harian masyarakat.

Kini, setelah diganti dengan konstruksi yang lebih kokoh, akses warga menjadi lebih lancar dan aman. Di Kakap, jembatan yang berada di jalur aktivitas pendidikan dan permukiman warga sudah dapat dilintasi kendaraan dengan nyaman. 

Sementara di Semitau, jembatan yang sebelumnya berbahan kayu dan rawan saat banjir, kini mampu menopang arus barang dan jasa tanpa hambatan berarti.

Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen menyebut penanganan jembatan menjadi bagian penting dari program penyelenggaraan jalan provinsi. 

“Dalam satu tahun terakhir kita berhasil membangun jembatan yang menjadi sarana transportasi vital untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.

Tidak hanya fokus pada badan jalan, tapi juga memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga melalui infrastruktur jembatan yang fungsional.

Dampak perbaikan ini mulai dirasakan warga, terutama dalam efisiensi waktu tempuh, keselamatan perjalanan, serta kelancaran aktivitas ekonomi yang sebelumnya kerap terganggu akibat kondisi jembatan.

Ke depan, penanganan jembatan dengan kondisi kritis dan yang masih menggunakan konstruksi kayu akan terus diprioritaskan sebagai bagian dari upaya pemerataan infrastruktur di Kalimantan Barat.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *