(Oleh: Al-Fakir)
Orang gila bisa lebih bijak dari pada para cendikiawan, apakah kita berani mendengarnya?.
Kitab kebijaksanaan orang-orang gila, ditulis oleh Abul al-Qosim an-Nasiburi seribu tahun yang lalu, bukan untuk menghibur, tapi untuk menampar.
Dari 500 kisah nyata tentang manusia yang dicap gila, tapi bicara penuh hikmah,mereka bukan tukang dongeng, mereka hidup, berjalan dan berteriak di jalanan kota-kota islam.
Bahlul, berlari di pasar sambil menjerit ” aku mau membeli kebenaran, siapa yang menjual??
Khalifah Harun al- Rasyid tertawa melihatnya.
Tapi ketika krisis melanda, hanya Bahlul yang berani mengatakan bahwa khalifahlah Penyebab Kemiskinan Rakyat.
Sa’dun si Gila berdiri di tengah keramian, menuding wajah orang satu persatu sambil berteriak, “Aku tahu dosamu!” Semua lari ketakutan.
Lalu ia menangis, “Aku lihat setiap orang tahu aib orang lain, tapi buta pada aibnya sendiri.
Salmunah wanita gila berkeliling membawa pecahan kaca, menangis setiap kali terluka.
“Beginilah manusia,” katanya, ” mencintai yang membuatnya terluka, terus memegang erat meski berdarah-darah.
Mereka memilih menjadi gila karena tak tahan melihat kegilaan dunia. Karena kadar kegilaan manusia memang berbeda-beda
Yang penting bukan bagaimana dunia melihatmu, tapi bagaimana kamu melihat dirimu di hadapan Sang Pencipta.
Semoga menginspirasi. Hikmah itu bisa didapat dari manapun, bahkan dari orang-orang yang dianggap gila sekalipun.
Barakallahu fiikum aj’main
Subuh, sudut sempit sukamiskin.