SINTANG, ARGUMEN — Swandiri Inisiatif Sintang memaparkan sejumlah program pengembangan masyarakat yang tengah dan akan dijalankan dalam forum multipihak bertajuk Unboxing Day di Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (2/7/2025). Dua program utama yang berjalan pada 2025 difokuskan pada penguatan ekonomi berbasis komoditas dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Program pertama bertajuk Improving Community Commodity-based Economic Movement in West Kalimantan difokuskan pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui penguatan kelembagaan dan pengelompokan unit usaha bersama. Program ini berlangsung di dua kabupaten, yakni Sintang dan Melawi.
“Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dengan mendorong kemandirian unit usaha masyarakat berbasis komoditas unggulan lokal,” ujar Aldo Topan Rivaldi, perwakilan Swandiri Inisiatif Sintang, saat menyampaikan presentasi.
Selain itu, Swandiri Inisiatif juga menjalankan program Workshop Critical Thinking and Leadership yang bertujuan membentuk karakter kepemimpinan serta kemampuan berpikir kritis di kalangan generasi muda. Kegiatan ini menyasar lima kabupaten, yaitu Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Sanggau, dan Sekadau.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengambil inisiatif, bekerja efektif dalam tim, serta menyampaikan ide secara tertulis atau dalam bentuk podcast. “Kami ingin mendorong munculnya gagasan-gagasan segar dari generasi muda terkait isu-isu yang berkembang saat ini,” kata Aldo.
Untuk tahun 2026, Swandiri Inisiatif merencanakan program lanjutan berjudul Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Melalui Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Berbasis Komunitas. Program ini akan difokuskan di Kabupaten Sintang dan bertujuan mendukung pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi keluarga.
Forum Unboxing Day digelar sebagai wadah berbagi informasi dan koordinasi lintas sektor di Kabupaten Sintang. Kegiatan ini menjadi ajang bagi berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat, untuk mempresentasikan rencana kerja dan memperkuat sinergi pembangunan daerah.