ChatGPTImageSep22202509_21_56A
"Kelak kau akan mengerti, MENAHAN DIRI untuk membuat seseorang tak tersinggung karena lisanmu itu LEBIH MULIA daripada mengutarakan isi hati"[Ali bin Abi Thalib].

“Kelak kau akan mengerti, MENAHAN DIRI untuk membuat seseorang tak tersinggung karena lisanmu itu LEBIH MULIA daripada mengutarakan isi hati”[Ali bin Abi Thalib].

Kalimat tsb memberikan kita ttg kebijaksanaan dalam menjaga lisan. Tidak semua yg kita rasakan perlu diucapkan, karena kata2 memiliki daya yg bisa menyembuhkan sekaligus melukai. Menahan diri agar tdk menyinggung perasaan org lain adalah tanda kedewasaan jiwa.
Itu bukan bearti kita tidak jujur pada diri sendiri, melainkan kita memilih jalan yg lebih tenang ; mendahulukan keharmonisan drpd ego utk sekedar “didengar.”

Sering kali kita merasa perlu meluapkan isi hati, tapi ketika kata itu sampai, ia bisa menorehkan luka yg jauh lebih dalam daripada maksud awal kita. Distulah kebijaksanaan diuji. Ada saatnya bicara dengan tegas, ada pula saatnya diam lebih bernilai. Menahan lidah dari ucapan yg menyakitkan adalah bentuk kasih sayang yg tdk terlihat, tapi dampaknya bisa dirasakan lama oleh orang lain.

Pada ahirnya KEMULIAN, bukanlah terletak seberapa pandai kita berkata, melainkan seberapa bijak kita memilih kapan harus bicara dan kapan harus menahan diri. Diam yg penuh kasih jauh lebih beharga daripada kata-kata yg menyinggung. Sebab dari lisanlah sering lahir keretakan, dan dari lisan pula bisa lahir kedamaian.

Sebuah tulisan utk kita renungkan dalam menjaga keharmonisan dalam interaksi sesama manusia.

Barakallahu fikum aj’main

Sukamiskin,

Al-Fakir

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *