(Oleh: al-Fakir)
Kenapa Abu Jahal menjadi musuh besar Nabi Muhammad/Islam.
Ternyata Abu Jahal bukan orang bodoh.
Selama ini kita mengira Abu Jahal (Amr Ibn Hisham) orang yang bodoh atau tidak faham agama.
Faktanya?,
Dia adalah salah satu orang paling cerdas, diplomat ulung dan politisi paling berpengaruh di Mekkah gelar aslinya bahkan Abu al-Hakam (Bapak kebijaksanaan)
Sebelum islam memberikannya julukan Abu Jahal (bapak kebodohan), ia dikenal sebagai Abu Alhakam (bapak kebijaksanaan)
Statusnya Aristokrat klan Banu Makzum, pesaing klan Banu Hashim.
Posisinya Hakim/Arbitrator sengketa antar suku, cerdas, masuk parlemen Qurayash (Dar al-Nadwa di usia 30 tahun (biasanya minimal 40 tahun).
Dia bukan preman pasar, dia adalah politisi jenius dan “Tuan Makkah”.
“Kami tak bisa menyaingi Nabi.”
Abu Jahal pernah jujur kenapa dia menolak nabi. Ini soal gengsi Klan. Dia berkata;
“Kami (Makhzum) selalu bersaing dengan Banu Hashim (keluarga nabi). Mereka memberi makan, kami memberi makan. Tapi saat mereka bilang punya Nabi yang dapat wahyu, bagaimana kami menyainginya?.”
Baginya mengakui Nabi Muhammad sama dengan, Kekalahan Politik Permanen bagi klanya.
Islam sama dengan ancaman kebangkrutan.
Mekkah kaya karena Ka’bah berisi 360 berhala titipan suku-suku arab.
Ini menciptakan “Pakta Keamanan Dagang” (Ilaf).
Jika Muhammad menghancurkan berhala;
1. Aliansi suku bubar.
2. Mekkah tidak aman lagi.
3. Ekonomi runtuh.
Abu Jahal mempertahan berhala bukan cuma karena iman, tapi karena “cuan”
Dia tidak sudi setara dengan Budak.
Sistem Jahiliyyah berbasis Nasab (keturunan).
Abu Jahal ada di puncak. Islam datang membawa sistem Taqwa (ketakwaan). Tiba-tiba Bilal (budak) bisa lebih mulia dari Abu Jahal.
Ini adalah “Bunuh Diri Kelas” (Class Suicide). Abu Jahal melawan Islam untuk mempertahankan hak istimewa aristokratnya.
Menyerang yang lemah.
Abu Jahal jarang menyentuh bangsawan (takut perang saudara).
Ia menyerang fisik mereka yang tidak punya pelindung klan(Mawali).
Kasus Sumayya;
Ia membunuh Sumayya bukan cuma karena sadis, tapi karena frustasi. Seorang wanita tua budak berani menentang dia.
Otoritasnya runtuh di depan iman Sumayya.
Kenapa ia disebut Abu Jahal (bapak kebodohan)?, bukan karena IQ nya rendah. Tapi karena dia “Menolak Untuk Tahu”.
Dia tahu Muhammad benar, tapi dia memilih kekuasaan, uang, dan Gengsi Klan diatas kebenaran.
Dia adalah penjaga masa lalu yang tertimpa reruntuhan sejarah karena menolak masa depan.
Dia disebut “Jahal” (bodoh) bukan karena kurang ilmu, tapi karena ia menukar Kebenaran Abadi dengan Kekuasaan Sementara.”
Barakallahu fikum aj’main
Sukamiskin,