WhatsApp-Image-2026-05-10-at-10.46.101

Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menghadiri Program Gema Membangun Desa di Sambora Kabupaten Mempawah. SUARAKALBAR.CO.ID/HO-Adpim

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan terus memperkuat komitmen pembangunan dari desa melalui program Gema Membangun Desa.

Program ini pertama kali diluncurkan di Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada November 2025. Gema Membangun Desa dirancang sebagai program terintegrasi yang menghadirkan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta percepatan akses layanan pemerintahan langsung ke wilayah pelosok.

Gubernur Ria Norsan menegaskan, program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia hingga penerapan konsep ekonomi hijau yang dimulai dari desa. Menurutnya, Gema Membangun Desa menjadi instrumen penting untuk memastikan pembangunan tidak terpusat di perkotaan, melainkan merata hingga ke desa.

“Program Gema Membangun Desa ini adalah prioritas utama saya bersama Bapak Wakil Gubernur Krisantus. Kami ingin mendongkrak pertumbuhan ekonomi langsung dari sumbernya, yaitu desa. Masyarakat desa tidak boleh merasa jauh dari pelayanan pemerintah. Inilah akselerasi pembangunan yang inklusif,” ujarnya.

Pelaksanaan Gema Membangun Desa kedua digelar di Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kamis (7/5/2026).

Pada kegiatan tersebut, sebanyak 19 jenis pelayanan terpadu diberikan kepada masyarakat secara gratis maupun bersubsidi. Layanan tersebut meliputi operasi pasar, bazar telur, gelar pangan murah, pelayanan kesehatan seperti KB serta skrining fisik dan kejiwaan.

Selain itu, tersedia pula pelayanan administrasi dan ekonomi, seperti pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM, fasilitasi pencari kerja, hingga pencetakan dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Kelahiran.

Gubernur Ria Norsan berharap desa-desa di Kalimantan Barat dapat bertransformasi menjadi entitas yang mandiri. Melalui kolaborasi masyarakat dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dioptimalkan melalui skema Kopdeskel, desa didorong mampu menciptakan Pendapatan Asli Desa (PADes) sehingga tidak hanya bergantung pada Dana Desa dari pemerintah pusat.

Program Gema Membangun Desa akan terus dilanjutkan selama masa kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan sebagai wujud komitmen pembangunan yang dimulai dari desa, sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *