(Oleh: Al-Fakir
Kita tidak sedang dihukum.
Kita harus tahu perbedaan antara Ujian dan Hukuman.
Bahkan jika terasa berat.
Bahkan jika terasa tidak adil.
Bahkan jika kita lelah menjelaskan untuk diri kita sendiri.
Terkadang rasa sakit, bukanlah kemurkaan.
Beberapa kehilangan bukanlah penolakan.
Beberapa keheningan bukanlah pengabaian.
Terkadang itu cara Allah yang sedang bekerja dengan jalan-jalan yang belum bisa kita lihat.
Kita panik saat hidup terasa menyakitkan,
Kita berasumsi,
” ini pasti karena kesalahan yang telah saya lakukan.”
Tidak setiap badai adalah tanda kemurkaan.
Beberapa adalah “penyucian.”
Hukuman mengeraskan hati.
Ujian melembutkanya.
Hukuman mebuat kita merasa pahit.
Ujian membuat kita merasa hancur, lalu membangun kita kembali jadi lebih baik.
Hukuman menjauhkan kita dari Allah. Ujian menarik kita menjadi lebih dekat.
Itulah perbedaanya,
Jika kesulitan membuatmu berdoa, itu bukan hukuman.
Jika rasa sakit membuatmu bermunajad, itu bukan penolakan.
Allah berfirman;
“Dan kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan..”.(QS. Al-Baqarah, 155)
Ujian bukan kutukan, bukan kebencian.
Ujian,
Lihatlah para nabi,
Ayyub ‘alaihissalam, kehilangan segalanya, bukan karena Allah membencinya, tapi karena Allah mempercayainya.
Yusuf ‘alaihissalam dibuang bukan karena ditolak, tapi karena dia sedang dikondisikan di tempat yang lebih mulia.
Maryam ‘alaihissalam dipermalukan bukan karena dia bersalah, tapi karena Allah hendak memuliakanya.
Jika yang sekarang ini adalah hukuman, kita tidak akan “tetap berdoa”, kita tidak akan “bertambah dekat”, kita tidak akan “terus berharap.”
Fakta kita masih condong kepada-Nya, saat ini kita tidak sedang di usir, kita di perhatikan oleh-Nya.
Kita mengira kemudahan bearti cinta.
Sementara kesulitan berarti benci.
Padahal
Kemudahan bisa berarti “dilupakan,” sedang kesulitan adalah bentuk “perhatian.”
Allah berfirman;
“Bersujudlah kepada-Ku, Mendekatlah,”(QS. Al- Alaq.19)
Allah berfirman;
“Bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah, 5).
Bukan setelah, bukan mungkin, tapi bersama saat itu juga.
Jadi berhentilah bertanya.
“Mengapa Allah melakukan ini padaku?”
Dan mulailah bertanya, “Kebaikan apa yang sedang Allah pilihkan untuku?”
Kita tidak sedang dihukum, kita sedang di bentuk.
Dan Allah Maha Lembut kepada siapa yang Dia cintai.
Barakallahu fikum aj’main.
Sukamiskin,