Pontianak, 5 Februari 2026 — Dalam rangka menyerap berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku jasa konstruksi, Forum Masyarakat Jasa Konstruksi (Formajakon) menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah asosiasi perusahaan konstruksi dan konsultan di ruang rapat Sekretariat Formajakon, Kamis (5/2).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum Formajakon, Baskoro Efendy, didampingi jajaran pengurus.
Turut hadir Kepala Dinas PUPR Iskandar Zulkarnain yang memberikan masukan strategis serta informasi terkini terkait kondisi dan kebijakan sektor konstruksi di Kalimantan Barat.
Pertemuan ini membahas sekaligus mengevaluasi berbagai dinamika pelaksanaan pekerjaan konstruksi, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan agar tata kelola jasa konstruksi semakin tertib, sehat, dan berkelanjutan.
Sejumlah isu utama yang mengemuka antara lain keterlambatan proses pelelangan yang berdampak pada penumpukan pekerjaan di akhir tahun anggaran. Kondisi tersebut memicu persaingan material bangunan, tekanan waktu pelaksanaan, hingga kendala pada lembaga penjamin/asuransi yang kewalahan memenuhi kebutuhan jaminan proyek secara bersamaan.
Melalui forum ini, para peserta menghasilkan beberapa rekomendasi strategis guna mendorong perencanaan lelang yang lebih tepat waktu, distribusi pekerjaan yang merata sepanjang tahun, serta penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Ke depan, Formajakon menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran advokasi, menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah, serta menjadi mitra strategis dalam menciptakan ekosistem jasa konstruksi yang profesional dan berdaya saing.
Seluruh asosiasi yang hadir menyambut baik keberadaan Formajakon sebagai wadah bersama untuk memperjuangkan kepentingan dan kemajuan dunia jasa konstruksi di Kalimantan Barat.