WhatsAppImage2026-04-13at19.01.58

Pontianak – Perbaikan infrastruktur jalan masih terus dilakukan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan sebagai langkah pasti perwujuduan visi misi yang telah disampaikan.

Hal ini dilakukan dengan pendekatan prioritas efektif dan pembiayaan bertahap. 

langkah ini diambil setelah meninjau langsung kondisi ruas Pesaguan–Kendawangan yang mengalami kerusakan parah di Desa Sungai Nanjung, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

“Keputusan ini saya ambil setelah meninjau langsung kondisi lapangan yang memperlihatkan banyaknya lubang di sepanjang jalan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih saat memasuki musim hujan,” ujarnya pada Kamis (9/4/2026). 

Ia menjelaskan bahwa dari total kerusakan jalan sepanjang 3 kilometer, pemerintah memprioritaskan perbaikan efektif pada 2 kilometer terlebih dahulu. Adapun 1 kilometer sisanya tetap akan difungsikan sembari diupayakan untuk masuk dalam alokasi tambahan anggaran pada Perubahan APBD berikutnya.

Skema ini dilakukan untuk memastikan bahwa penaganan tersebut berbasis fungsi jalan terlebih dahulu, tanpa menunggu ketersediaan anggaran penuh. Pada tahap berikutnya, Pemprov Kalbar menyiapkan jalur pendanaan lanjutan melalui APBN dan program Inpres Jalan Daerah agar penanganan di Kendawangan dapat dituntaskan secara menyeluruh.

“Ke depan kita akan dorong melalui APBN atau program Inpres Jalan Daerah agar penanganan infrastruktur di Kendawangan bisa tuntas sepenuhnya,” jelasnya. 

Pendekatan ini juga diterapkan di Kabupaten Kayong Utara, ketika ia melakukan peninjauan langsung ruas jalan yang menghubungkan Teluk Batang hingga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, peninjauan ini dilakukan pada Jumat (10/04/2026).

Rencananya ruas jalan ini akan ditargetkan selesai sebelum bulan Agustus 2026 untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi yang akan digelar di Kayong Utara.

“Kita pastikan kondisi jalan saat ini memang memerlukan penanganan, namun masih dalam kategori yang bisa diatasi melalui program pemeliharaan,” katanya. 

Untuk percepatan, dialokasikan anggaran sebesar Rp23 miliar dengan cakupan pengerjaan efektif sepanjang 1,7 kilometer. Sisa ruas jalan lainnya akan ditangani secara fungsional agar tetap layak dilalui masyarakat.

“Untuk mempercepat pengerjaan, total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp23 miliar dengan cakupan pengerjaan efektif sepanjang 1,7 kilometer. Sementara sisa ruas jalan lainnya akan ditangani secara fungsional agar tetap layak dilalui,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi kebijakan strategis melalui pola efektif untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Kalbar dapat terukur dengan baik dan tepat sasaran sesuai dengan visi misi dan isu strategis.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *