ChatGPTImage26Mei202609.23.3

(Oleh: Al-Fakir)

Dulu gelisah kalau tidak disapa teman

Takut kehilangan circle (pertemanan), takut dijauhi, takut tidak dianggap

Semakin lama semakin faham

Bahwa hidup ini bukan tentang banyaknya orang yang mengenal kita

Tapi tentang siapa yang tetap tinggal saat kita jatuh, susah, dan tidak punya apa-apa

Pertemanan (circle) kecil tapi tulus, jauh lebih berharga daripada keramaian yang penuh kepalsuan

Cukup ada keluarga dan sedikit sahabat, yang saling menjaga.

Yang jujur, mendoakan, dan tidak iri pada kebahagiaan kita

Itu sudah lebih dari cukup untuk hidup yang tenang

Karena tidak semua yang tersenyum kepada kita benar-benar baik

Ada yang hadir hanya saat kita kuat Lalu diam, menjauh, bahkan diam-diam gembira saat kita terjatuh

Bahkan ada yang bahagia melihat kita tidak tenang dan tidak bahagia

Tidak perlu terlalu sedih kehilangan manusia

Selama masih punya Allah, keluarga yang tulus, dan sedikit sahabat yang saling menjaga.

Pada kebaikan dunia dan akhirat

Itu sudah nikmat yang sangat mahal.

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

(QS. Az-Zukhruf: 67)

“Seseorang itu mengikuti agama teman dekatnya, maka lihatlah siapa yang menjadi teman dekatnya.”

(HR. Abu Dawud no. 4833, hasan)

Semakin dewasa,

seseorang bukan lagi tertarik pada banyaknya teman

Lebih tertarik memilih-milih sedikit teman tapi yang baik

Barakallah fiikum aj’main.

Sukamiskin,

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *