ChatGPTImage8Jun202611.27.5

(oleh: Al – Fakir)

Ada manusia yang dulu dikenal JUJUR.

Lisannya tenang. Tatapannya teduh. Ucapannya dipercaya.

Namun aneh…

Semakin tinggi ambisinya, semakin dekat ia dengan kekuasaan, semakin sering pula ia berdusta.

Awalnya hanya;

Memutar fakta, lalu

Membela kebohongan. 

Kemudian hidup dari kebohongan.

Sampai akhirnya dusta bukan lagi perbuatan, tetapi berubah menjadi KEPRIBADIAN.

Lalu muncul pertanyaan besar:

SUMBER KEBOHONGAN itu berasal dari mana?,

Ternyata Islam  telah lama memberi jawabannya.

Allah berfirman:

“Sungguh, jika dia tidak berhenti, niscaya Kami tarik UBUN-UBUNNYA. (Yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” 

(QS. Al-‘Alaq : 15–16)

Perhatikan baik-baik;

Allah tidak mengatakan:

“lidah pendusta.”

Bukan pula : 

“hati pendusta.”

Tetapi Allah menunjuk : UBUN-UBUN pendusta.

Dalam bahasa Arab disebut: 

NASIYAH.

Dan ini bukan sekadar rambut bagian depan kepala.

NASIYAH adalah simbol: pusat kendali, 

arah keputusan, 

tempat manusia menentukan: jujur atau berdusta.

Ilmu pengetahuan modern hari ini justru mulai membenarkan isyarat Al-Qur’an itu.

Penelitian neuroscience menemukan : saat manusia berbohong, bagian prefrontal cortex (di area depan kepala dan sekitar ubun-ubun) bekerja lebih keras dibanding saat berkata jujur.

Mengapa?

Karena kebohongan membutuhkan: 

rekayasa, 

tekanan, 

manipulasi, dan 

konflik batin.

Itulah sebabnya orang yang sedang; berdusta, marah,kasar, atau  bengis, 

sering terlihat: keningnya berkeringat, urat wajahnya menegang, kepalanya panas, dan emosinya meledak-ledak.

Seolah ada sesuatu yang TERBAKAR di bagian depan kepalanya.

Dan bukankah itu menarik?

Allah ber firman dalam Al-Qur’an, dan  menunjuk:

NASIYAH–UBUN- UBUN– sebagai pusat kedustaan dan kedurhakaan.

Karena ternyata kerusakan manusia sering kali bukan bermula dari LISAN.

Tetapi dari KEPALA yang dipenuhi kesombongan.

Maka jangan heran,

ada orang yang dulunya jujur, tiba-tiba berubah menjadi pembohong.

Bukan karena lidahnya berubah.

Tetapi karena NASIYAH-nya telah dikuasai: nafsu, ambisi, keserakahan, dan 

rasa ingin dipuji.

Dan lihatlah betapa luar biasanya ISLAM.

Islam tidak hanya mengajarkan doa.

Tetapi juga mendidik NASIYAH manusia.

Saat SUJUD, ubun-ubun diratakan dengan tanah. Ditempelkan pada debu. Dipaksa tunduk di hadapan Allah.

Seakan-akan Islam sedang mengatakan :

“Wahai manusia tempat lahirnya kesombonganmu itu, harus belajar menyentuh tanah.”

Karena banyak manusia hari ini rajin bicara agama,

tetapi NASIYAH-nya masih dipenuhi: tipu daya, pencitraan, dan kebohongan.

Maka jangan heran jika dunia semakin gaduh.

Sebab manusia modern sibuk meninggikan KEPALA, tetapi lupa merendahkan UBUN-UBUN-nya di hadapan Tuhan.

Dan mungkin itulah sebabnya semakin sedikit manusia yang benar-benar JUJUR. Karena sujudnya ada – tetapi NASIYAH-nya belum tunduk.

Barakallahu fikum aj’main

Sukamiskin

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *