ChatGPTImage21Agu202611.28.1

(Oleh: Al-Fakir)

Disudut sempit sukamiskin, dingin subuh masih terasa sangat dingin,  suasana sepi masih menyelimutinya.

Kehidupan baru saja dimulai, dan  beberapa isnfirasi dari surah Yusuf dalam Al -Qur’an menyelimutiku.

Kenapa nabi Yusuf tinggal (masuk) penjara?

Padahal jika Allah mau nabi Yusuf tidak perlu harus di penjara lalu kenapa Allah tidak langsung membebaskanya?

Kalau Allah berkehendak, nama nabi Yusuf bisa langsung dibersihkan, nabi Yusuf bisa langsung keluar.

Tanpa menunggu, tanpa menderita, tanpa kehilangan bertahun-tahun hidupnya.

Karena Allah Maha Kuasa atas segalanya.

Tetapi tidak, yang terjadi justru sebaliknya;

Nabi Yusuf tetap berada dibalik jeruji penjara, hari demi hari, tahun demi tahun.

Padahal beliau tidak bersalah.

Pertanyaannya, kalau Allah ingin menolong nabi yusuf kenapa pertolongan itu tidak lebih cepat?.

Karena Allah sedang mengerjakan sesuatu, bahwa tidak semua penundaan adalah penolakan.

Kadang-kadang penundaan adalah PERSIAPAN.

Coba kita renungkan, Allah tidak mengeluarkan nabi Yusuf dari penjara,lalu menjadikannya raja.

Allah justru membuat raja terlebih dulu membutuhkan Yusuf.

Barulah pintu penjara dibuka.

Artinya Allah tidak sekedar ingin mengeluarkan Yusuf.

Allah ingin mengeluarkanya dengan KEMULIAN.

Bukan sebagai mantan narapidana, tapi sebagai orang yang dicari.

Begitulah cara Allah bekerja.

Kadang yang sedang Allah persiapkan, bukan sekedar jalan keluar, tapi posisi yang lebih baik.

Daripada yang pernah dibayangkan.

Kalau hari ini kita merasa.

Doa sudah di panjatkan.

Ihktiar sudah dilakukan, tetapi keadaan belum berubah, jangan buru-buru menyimpulkan Allah tidak mendengar.

Bisa jadi Allah sedang mengatur sesuatu.

Yang belum bisa kita lihat hari ini.

Mungkin hari ini kita masih berada di “penjara” kehidupan.

Penjara kegagalan

Penjara kesedihan

Penjara penantian.

Tetaplah ber-iman.

Karena ketika Allah membuka pintu, bisa jadi Allah tidak hanya mengeluarkan kita dari kesulitan.

Tetapi juga mengantarkan kita ketempat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Barakallahu fiikum aj’main

Sudut sempit sukamiskin.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *