WhatsAppImage2025-07-15at10.37.02
Tanggal 10 Juli yang lalu, Mahathir Mohammad genap berumur satu abad. Di usia keseratusnya itu, mantan Kepala Pemerintahan Kerajaan Malaysia itu masih sangat sehat.

Tanggal 10 Juli yang lalu, Mahathir Mohammad genap berumur satu abad. Di usia keseratusnya itu, mantan Kepala Pemerintahan Kerajaan Malaysia itu masih sangat sehat. Wajahnya segar, bicaranya lancar. Hal ini menandakan fisik dan pikiran yang masih dalam kondisi sehat walafiat. Luar biasa!

Tapi tahukan Anda, pada tahun 1989, Tun Mahathir pernah terkena serangan jantung. Saat itu usianya 64 tahun. Dan di balik kisah itu ada kisah heroik bagaimana Mahathir Mohamad mempertaruhkan nyawa nya untuk mengangkat kepercayaan diri dan martabat anak bangsa nya.

Saat itu, Malaysia belum memiliki pakar bedah jantung yang benar-benar matang. Sebagai pejabat yang teramat penting, pilihan terbaik tentu saja melakukan operasi bypass jantung di luar negeri.

Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura, menawarkan pertolongan. Ia mengundang Mahathir untuk dirawat di Singapura—atau jika perlu, mengirim tim dokter dan peralatan medis ke Kuala Lumpur.

Tapi jawaban Mahathir apa?

“Saya tak mau!”

Bahkan setelah dirayu oleh Hasmah—istrinya sendiri—Mahathir tetap pada pendirian.

Lalu siapa yang dia pilih?

Dr. Yahya Awang, dokter, usia 39 tahun asal Negaranya sendiri. Pengalaman operasi bypass yang ia lakukan baru 55 kali. Dalam kalkulasi ilmiah, Dr. Yahya Awang masih terlalu muda, sehingga terlalu berisiko jika diberikan tugas melakukan operasi bypass kepada orang paling penting di Malaysia itu.

Tapi Mahathir berkata tegas:

“Bawa anak bangsa itu. Aku percaya padanya. Kalau aku sebagai Perdana Menteri tak percaya pada kemampuan anak negeriku sendiri, lalu siapa lagi yang akan percaya?”

Keluarga dan pejabat negara tak bisa berkata apa-apa. Mereka tahu dengan kerasnya prinsip Mahathir Mohamad.

Singkat cerita, operasi bypass pun dilaksanakan. Dr. Yahya Awang yang melakukannya.

Situasi Rumah sakit tegang. Keliarga dan orang dekat Mahathir penuh harap.

Namun, operasi itu akhirnya… berhasil!

Perdana Menteri selamat.
Seorang dokter muda negara yang ia pimpin telah membuktikan kapasitasnya.

Itulah Mahathir Mohamad, demi martabat bangsanya, nyawanya sendiripun ia pertaruhkan dengan lapangan dada.

Dan sebuah bangsa Malaysipun mendapatkan pelajaran besar: Bangsa itu semakin percaya pada kualitas dan kemampuannya sendiri.

Di usianya yang telah satu abad, Mahathir Mohammad tak hanya mewariskan pembangunan dan kemajuan bagi negara Malaysia. Tapi juga semangat patriotisme dan kepercayaan diri bagi puluhan juta anak negeri.

Selamat panjang umur Tun Mahathir Mohamad. Namamu akan dikenang, senyum dan jasamu akan selalu terbayang.

Berkahselaloe

Beni Sulastiyo, Pontianak, 12.7.25
Founder Mujahidpreneur

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *