jatuh Kembali
Secara psikologis dalam fase krisis eksistensial, manusia mengalami apa yg disebut sebagai spiritual awakening- kebangkitan jiwa.

Kejatuhan dalam hidup adalah awal jalan kembali

Secara psikologis dalam fase krisis eksistensial, manusia mengalami apa yg disebut sebagai spiritual awakening- kebangkitan jiwa.
Saat semua hal duniawi tak lagi bisa memberi makna, barulah ia mencari sesuatu yg lebih tinggi. Dan dalam islam, pencarian itu menemukan jawaban nya pada Allah.

Allah tidak menjauh. Bahkan saat kita dlm maksiatpun, Allah tetap memberi napas, rezeki, dan kesempatan utk kembali. Yang jauh adalah kita, karena memilih berpaling dari Allah.
“Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya(qs. Qaf;16)

Jalan kembali itu dimulai dari sujud yg pertama. Saat manusia menyentuh lantai dalam sujud, distu lah ia paling dekat dengan langit.
Sabda Rasulullah SAW ; ” Keadaan yg paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud. Maka perbanyaklah doa.”(HR. Muslim)

Titik terendah(kejatuhan dalam hidup) tidak selalu berarti kehancuran. Justru disitulah awal mula kebangkitan.
Hati yg hancur lebih mudah menyerap cahaya-Nya. Jiwa yg kering akan lebih meresapi hujan rahmat-Nya.

Ketika kita menemukan cahaya dalam gelap, kita bukan hanya sedang diuji, tapi sedang di bentuk. Ditinggikan bukan diangkat, tapi dengan di tundukan dulu. Allah tidak ingin kita sekedar bangkit, tapi kembali dalam kondisi yg lebih baik dari sebelumnya.
” Kadang Allah tidak mengubah keadaanmu sampai hatimu benar-benar bersih utk kembali kepada-Nya.”

Dalam buku ” Healing the Emptiness”, Yasmin Mogahed menulis ; “Rasa sakit bisa menjadi tempat suci, karena dari sanalah engkau belajar mendekat,berserah, dan menemukan makna yg sebenarnya.”

Allah ada di Sana, Bahkan Saat Kau Tak Mencari.

Jika hari ini kamu berada di titik nadir, jangan anggap itu ahir. Mungkin itu justru awal. Awal dari perjalanan kembali kepada Allah yg telah lama menanti kepulanganmu. Tangismu didengar, bahkan sebelum kau menyuarakan nya.

Menemukan Allah di titik terendah bukan kehilangan, tapi penemuan terbesar yg bisa dimiliki oleh jiwa manusia.

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yg tiada disangka-sangkanya.”(QS. At-Talaq: 2-3)

Wallahualam, semoga ada manfat nya.
Barakallahu fikum aj’main.

Sukamiskin,

Al-Fakir🙏

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *