ChatGPTImage1Jan202611.26.4

Oleh: Tri Budiarto (77/KT/1422/UGM)

Ketua Umum Senat Mahasiswa Fahutan UGM, 1980-1982.


Ayo-ayo Rimbawan, singsingkan lengan baju

Hutan kita menunggu

Biar aku hancur, lebur binasa

Asal hutan kita, dapat kemenangannya

(sebait mars Rimbawan, yang merupakan janji mulia)

          Mars itu tidak lagi lantang diteriakkan

Rimbawan muda tidak lagi paham makna itu

Tubuhnya tidak sudi hancur, lebur apa lagi binasa

Ia lebih memilih menghancurkan hutan, tempat ia mengabdi

Bukan membangun kemenangan untuk hutan

Rimbawan adalah profesi mulia

Tapi tidak mampu menunjukkan kemuliaannya

Menutup mata atas kehancuran hutan yang disengaja

Menutup telinga terhadap rintihan warga yang dirampas lahannya

Mengunci hati terhadap runtuhnya kearifan desa

          Indahnya hutan hujan tropika basah

          Hanyalah sebuah dongeng indah pengantar tidur seorang cucu

          Tanpa kita mampu menjelaskan wujud nyata darinya

          Karena memang sudah tak lagi tersisa

Sekarang hanya hamparan lahan kosong dengan batang kering,

Menunggu kemarau datang, untuk menyala, ratakan yang tersisa  

Rimbawan harus digugat

Karena tak mampu hentikan kehancuran hutan

Tak mampu jelaskan peran ekologi dan sosial dari hutan

Tak mampu hentikan perusakan hutan yang masif

Tak punya nyali sebagai garda depan melawan perusak hutan

Rimbawan harus digugat

Karena sepatunya berkilau dan rambutnya kelimis

Karena percaya angka dan tak percaya kenyataan

Karena selalu abai akan suara rakyat yang menangis

Kehilangan segalanya dari hutan

Rimbawan harus digugat

Karena hatinya beku tak mampu merasakan derita

Telinganya rapat tak mampu mendengar keluhan

Matanya terlelap, lelah menghitung harta

Rimbawan bukan sekadar nama, tapi ia adalah sebuah pertaruhan nyawa

          Rimbawan harus digugat

          Karena tak mampu jelaskan tentang makna dibalik banjir bandang Aceh

          Karena masih memelihara lidah untuk berceloteh tentang hal dusta

          Karena dusta dan ingkar pada alam semesta

Karena berkhianat terhadap Mars Rimbawan yang dulu selalu dikumandangkan

Murka alam semesta adalah pertanda

Betapa rakusnya makhluk yang bernama manusia

Rimbawan jangan lagi bersolek di menara gading Jakarta

Sibuk menanda tangani perijinan belaka

Tanpa pernah menyapa alam dengan kebijakan yang benar

            Rimbawan harus digugat

            Atau dibiarkan tetap tidur dalam mimpi-mimpi kapitalisnya

            Tersenyum didepan penderitaan rakyat

            Membiarkan mereka tanpa mampu memperbaikinya 

            Selamat tidur rimbawan

Our Social Media

1 thought on “Menggugat Rimbawan (Seuntai Puisi Untuk Rimbawan Muda)

  1. Rimbawan di tapak berjibaku tanpa lelah, perjungan dan pengorbanannya terkalahkan oleh selembar kebijakan dan keputusan pejabat yg belum tentu rimbawan. Mari merajut asa dari rimba yang tersisa untuk Indonesia sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *