ChatGPTImage3Jan202609.38.2

Oleh:
Tri Budiarto (77/KT/1422/UGM)

(Ketum Senat Mahasiswa Fak. Kehutanan UGM, 1980-1982)

 

Saatnya menggugat Rimbawan!!

Karena hatinya mulai membeku, nyaris tak berfungsi

Jantungnya tak berdegup kencang, walau ratusan nyawa tak tertolong

Rumah warga hancur, rata tak tersisa, Rimbawan sibuk mengolah kata

 

Ribuan batang kayu menggelontor beradu cepat, menghantam desa

Tubuh warga tercabik, tak dapat dikenali, walau sehelai rambutpun

Teriak kesakitan menyongsong ajal, tak lagi dihiraukan

Semua sibuk selamatkan nyawa yang hampir melepas raga

 

Saatnya menggugat Rimbawan!!

Masih patutkan engkau disebut perwira rimba

Ketika sudah tak mampu menjaga rimba

Ketika engkau tak cukup nyali melawan perusak rimba

 

Langkahmu tampak lambat ketika banjir bandang menghantam Aceh

Lidahmu salah berucap, gambarkan nurani yang telah hilang

Tingkahmu tak tunjukkan sikap seorang perwira rimba

Masihkah engkau memiliki rasa malu, walau sedikit?

 

Tak perlu maaf, bila aku menggugat Rimbawan!!

Karena engkau tidak lagi dekat dengan rakyat

Apalagi menyapa dan menjabat tangan

Rakyat memang tak bersuara, tapi ia tahu apa yang telah engkau perbuat

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *