ChatGPTImage11Jan202623.11.0

landscape tandus dibawah langit stormy

Oleh: Tri Budiarto (1422/KT/77/UGM)

(Ketua Umum Senat Mahasiswa Fak Kehutanan UGM, Periode 1980-1982)

 

Hati dicipta tuk rasakan derita

Logika dipakai tuk jelaskan fakta

Kuasa diberi tuk lindungi yang papa

Telunjuk menjulur tuk khabarkan yang nyata

 

Semua sudah tak lagi dipunya

Semua hanya ilusi dibalut imitasi belaka

Lolongan tangis tak lagi bermakna duka

Jelaga tebal penuhi isi kepala

 

Bencana itu telah renggut nyawa manusia

Walaupun tanda sudah terbaca lama

Tapi manusia tak mau merasa

Sampai nyawa pisahkan raga

 

Hutan itu sudah meranggas tak lagi hijau

Entah kali keberapa tegakan itu ditebang

Belum lagi sempat besarkan tubuhnya

Tegakan itu roboh tak lagi sisakan nyawa

 

Tetesan hujan berujung petaka

Air itu langsung menghujam tanah nan subur

Tak lagi singgah di atas daun, batang, ranting dan humus

Mengayuh batang Meranti dan mencongkel batu gunung

        

Logika adalah bingkainya hati

Hati adalah penyusun logika

Bisikan hati hanya tersimpan dalam hembusan nafasnya

Logika tumpul karena hati yang berjelaga

 

Rimba raya hanya tinggal cerita lama

Semakin sulit kita temukan batang kayu perkasa 

Kini ranting kering temani hamparan ilalang

Menunggu lidah api saat kemarau datang

 

(Yogyakarta, 9 Januari 2026)

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *