WhatsApp Image 2026-02-08 at 07.52.12

(Oleh : Mei Purwowidodo)

Tak pernah terlintas dalam benak saya, perjalanan hidup justru berlabuh di dunia olahraga.

Sebuah petualangan yang datang tanpa rencana, namun memberi makna yang panjang.

Lima belas tahun lalu, ketika UU No. 3 Tahun 2005 mengisyaratkan pejabat publik tidak boleh menjadi pengurus KONI, banyak pengurus mengundurkan diri.

Terjadi kekosongan dan perlu diisi.

Saat itulah Pak Udin, Ketua KONI Kota Pontianak, mengajak saya bergabung menjadi pengurus.

Jujur, saat itu saya tak punya ilmu, apalagi pengalaman mengurus olahraga. Tapi saya percaya satu hal: selama sesuatu bisa dilihat dan dikerjakan orang lain, pasti bisa dipelajari. Maka tantangan itu saya terima.

Pelan-pelan saya belajar.

Mengenal pembinaan atlet, manajemen organisasi, hingga dinamika prestasi. Dari yang semula awam, saya mulai memahami seluk-beluk dunia olahraga.

Di KONI Kota Pontianak, saya dipercaya menjadi Ketua Harian,lalu mengakhiri masa pengabdian sebagai Ketua Umum.

Perjalanan berlanjut ke tingkat provinsi.Saya mengikuti “kabinet” Pak Udin di periode keduanya sebagai Wakil Ketua I KONI Kalbar. Pengalaman organisasi semakin luas: membidangi Bimpres, menjadi Ketua Harian Porprov, Ketua Pelatda PON, mengikuti CDM PON Aceh–Medan, hingga dipercaya sebagai Ketua Kontingen Kalbar wilayah Aceh, dan menutup kiprah di PON Beladiri Kudus.

Semua itu bukan sekadar jabatan, tapi sekolah kehidupan.

Tentang kerja tim, pengorbanan, tekanan, juga kebanggaan melihat atlet daerah berdiri di podium.

Hingga akhirnya, melalui Musorprov dan terpilihnya Daud Yordan memimpin KONI Kalbar.

Saya merasa inilah peran aktif saya untuk bisa diakhiri.

Bukan berhenti mencintai olahraga, tapi memberi ruang bagi generasi berikutnya.

Kini saya melihat ke belakang dengan senyum.

Ternyata “terdampar” di KONI justru menjadi salah satu petualangan terindah dalam hidup saya.

Penuh cerita, pelajaran, dan kenangan yang memperkaya makna kehidupan.

Saya percaya di bawah Daud,dengan para pengurus pilihannya.Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan yang konsisten, KONI Kalbar akan tumbuh semakin membanggakan.

Prestasi itu bukan mimpi—ia hanya menunggu untuk diperjuangkan.

Dan saya yakin, itu pasti bisa diraih.

Salam olah raga….Jaya.

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *