Pontianak, Kamis, 12 Februari 2026 – Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pengprov PELTI) Kalimantan Barat menerima tembusan surat pengumuman terkait pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) PELTI Kota Pontianak hanya melalui pesan berantai WhatsApp.
Meskipun disampaikan secara informal, Pengprov PELTI Kalbar memandang informasi tersebut sebagai hal penting dan perlu disikapi secara serius demi menjaga tata kelola organisasi yang transparan, adil, dan demokratis.
Setelah mencermati isi pengumuman, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian serius.
Pertama, terkait waktu pendaftaran bakal calon Ketua Pengcab. Surat pengumuman diterbitkan pada Rabu, 11 Februari 2026, dan pada hari yang sama pendaftaran langsung dibuka, kemudian ditutup keesokan harinya, Kamis, 12 Februari 2026, untuk dilanjutkan proses verifikasi. Rentang waktu yang sangat singkat tanpa jeda ini dinilai tidak memberikan kesempatan yang memadai bagi para calon maupun klub anggota untuk mempersiapkan diri. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesan tertutup dan membatasi partisipasi.
Kedua, adanya persyaratan pembayaran uang pendaftaran sebesar Rp.25.000.000 bagi setiap bakal calon Ketua. Ketentuan ini dinilai tidak lazim dan belum pernah menjadi praktik umum dalam mekanisme organisasi. Apabila dimaksudkan sebagai bentuk komitmen atau deposit, maka seharusnya dibahas dan disepakati bersama terlebih dahulu oleh para pemangku kepentingan, agar tidak menimbulkan persepsi diskriminatif atau memberatkan calon tertentu.

Atas dasar hal tersebut, Mei Purwowidodo,Sekretaris Umum Pengprov PELTI Kalbar telah berupaya menghubungi Ketua Panitia Muskot,Saudara Iskandaria, namun belum tersambung.
Selanjutnya komunikasi dilakukan dengan Saudara Sartoni guna menyampaikan masukan dan saran agar waktu pendaftaran diperpanjang serta ketentuan biaya pendaftaran ditinjau kembali secara bijaksana.
Pengprov PELTI Kalbar menilai, apabila masukan ini tidak diindahkan, maka berpotensi menimbulkan polemik dan keributan dalam pelaksanaan Muskot. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Muskot dapat dinilai cacat secara prosedural dan berimplikasi hukum.
Sebagai bentuk tanggung jawab organisasi, Pengprov PELTI Kalbar menghimbau Panitia Muskot untuk segera melakukan revisi terhadap jadwal dan persyaratan pendaftaran, guna memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi putra-putra terbaik klub anggota untuk maju sebagai calon Ketua Umum PELTI Kota Pontianak.
PELTI adalah rumah bersama. Proses demokrasi harus berjalan terbuka, adil, dan menjunjung tinggi semangat sportivitas.