Jangkau Anak-anak di Wilayah Terpencil, Gubernur Norsan Perluas Pendidikan Layanan Khusus
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan terus memperluas jangkauan Pendidikan Layanan Khusus (PLK) untuk memastikan anak-anak di wilayah terpencil tetap mendapatkan akses pendidikan. Program ini difokuskan menjangkau daerah dengan hambatan geografis, sosial, maupun ekonomi yang selama ini sulit mengakses sekolah formal.
Sejak 2025, penguatan PLK mulai dimaksimalkan sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Kalbar. Salah satu implementasinya dilakukan oleh SMA Negeri 1 Sungai Raya Kepulauan yang membuka layanan pembelajaran bagi anak-anak di Pulau Lemukutan dan pulau-pulau sekitarnya.
Program ini bertujuan menghadirkan layanan pendidikan yang setara dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak yang selama ini terkendala jarak dan akses. Langkah tersebut juga sejalan dengan prioritas pembangunan Gubernur Ria Norsan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat Kalbar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengungkapkan bahwa banyak anak di wilayah kepulauan tidak dapat bersekolah karena harus menyeberang laut dengan waktu tempuh lama serta biaya yang tidak sedikit.
“Di wilayah seperti Pulau Lemukutan dan sekitarnya, tidak tersedia sekolah. Jika ingin bersekolah, anak-anak harus menyeberang dengan waktu tempuh lama dan biaya besar. Kondisi ini membuat banyak anak akhirnya tidak bersekolah,” ujarnya.
Sebagai solusi, Pemprov Kalbar melalui skema PLK membuka kelas cabang di kantor desa Pulau Lemukutan. Para guru dari SMA Negeri 1 Sungai Raya Kepulauan secara bergiliran datang untuk mengajar setiap minggu.
“Untuk memastikan mereka tetap mendapatkan pendidikan, dibuka kelas cabang di kantor desa. Guru datang bergantian setiap minggu untuk mengajar. Meskipun belum maksimal, setidaknya anak-anak tetap bisa bersekolah. Saat ujian, mereka akan datang ke sekolah induk untuk mengikuti seluruh tahapan pembelajaran,” jelasnya.
Upaya penguatan akses melalui PLK ini akan terus diperluas pada 2026, dengan menjangkau lebih banyak wilayah terpencil di Kalbar.
“PLK ini hadir karena berbagai faktor, baik jarak, kondisi sosial ekonomi, maupun keterbatasan akses. Ke depan, kami akan terus mencari lokasi lain yang membutuhkan, agar akses pendidikan di wilayah terpencil semakin terbuka,” tambahnya.
Sebelumnya, pada 2024, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar telah membuka dua unit PLK. Satu unit berada di Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang, yang menginduk ke SMA Negeri 1 Sungai Raya Kepulauan. Satu unit lainnya berlokasi di Desa Pelita Jaya, Kabupaten Kubu Raya, yang menginduk ke SMA Negeri 1 Kubu.
Kebijakan ini menegaskan komitmen Pemprov Kalbar dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan merata, sehingga tidak ada lagi anak-anak di wilayah terpencil yang tertinggal dari akses pendidikan.
