ChatGPTImage6Feb202608.48.3

Oleh: Tri Budiarto (1422/KT/77)

(Ketua Umum Senat Mahasiswa Fahutan UGM, Periode:1980-1982)

Dia menyandang nama gorong-gorong

Rongga besar yang bersemayam di bawah tanah

Panjang berkelok menuju muara

Hantarkan air ke laut lepas


Di atas tanah semua tampak indah dipandang

Seolah tutupi kerumitan yang ada dalam rongga

Berragam sampah hambat perjalanan air

Puluhan kabel besarpun, bergantungan  penuhi rongga


Perjalanan air mulai terganggu

Air melimpah menuju jalan dan permukiman warga

Jalan air di kampungpun penuh sampah yang sama

Air kemudian mencari jalannya sendiri

Tanpa berucap salam …… , air menerobos masuk ke rumah warga

Genangi ruang tamu sampai ke dapur masak emak

Ular kecil dan katak-pun turut menyertainya

Harta tak lagi dapat tertolong ….. , semua berderai tak tinggalkan sisa 


Bayi kecil diselamatkan relawan ke kantor lurah

Nenek tua dipapah naiki perahu karet yang sudah sesak

Hewan peliharaan tewas, mengapung tak sempat terurus

Kepanikan dan ketakutan berulang terjadi

Gorong-gorong gagal laksanakan mandatnya

Tak mampu penuhi janji tuk lindungi warga dari bencana

Gorong-gorong menangis dalam duka yang mendalam 

Hanya berguna untuk selfi para politisi 

(Jakarta, 30 Januari 2026)

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *