Turunnya Hujan dalam Al-Qur’an
1- Sebagai tanda kekuasaan Allah dan rahmat-Nya.
Dan Kami turunkan dari langit air menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
(QS. Al-Mu’minun: 18).
Hujan turun dengan takaran yang tepat, tidak berlebihan atau kekurangan, menunjukkan kebijaksanaan Allah.
2- Hujan sebagai penyubur bumi yang mati.
Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Pelindung yang Maha Terpuji.
(QS. Asy-Syura: 28).
Hujan adalah sumber kehidupan setelah kekeringan, menghidupkan tanah yang tandus.
3- Hujan bagian dari siklus penciptaan
Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pepohonan dan biji-bijian yang dipanen.
(QS. Qaf: 9).
Allah menjelaskan siklus hujan: turun, meresap ke tanah, menumbuhkan tanaman, lalu menjadi rezeki manusia.
🌧️ Turunnya Hujan dalam Hadits;
-1 Hujan adalah rahmat Allah.
Rasulullah ketika turun hujan pernah berdoa: Allahumma shayyiban nafi‘an
Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.
(HR. Bukhari, no. 1032; Muslim, no. 897).
2- Hujan berasal langsung dari rahmat Allah, bukan sekadar fenomena alam
Rasulullah bersabda setelah turunnya hujan:
Tahukah kalian apa yang difirmankan Rabb kalian?
Para sahabat
menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Beliau bersabda:
“Allah berfirman: Pagi ini ada sebagian hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Adapun yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah,’ maka dia beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang. Adapun yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena bintang ini dan itu,’ maka dia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang.”
(HR. Bukhari no. 846; Muslim no. 71).
-3. Hujan sebagai waktu mustajab doa.
Rasulullah bersabda: “Dua doa yang tidak tertolak: doa ketika adzan dan doa ketika hujan turun.”
(HR. Abu Dawud no. 2540; hasan menurut Al-Albani).
Barakallahu fikum aj’main.
Sukamiskin
Al-Fakir🙏