satu (1)
Kota Pontianak terus berkembang menjadi kawasan permukiman besar, perlahan-lahan mengurangi ketersediaan ruang terbuka hijau.

Kota Pontianak terus berkembang menjadi kawasan permukiman besar, perlahan-lahan mengurangi ketersediaan ruang terbuka hijau. Ruang-ruang privat seperti kawasan perumahan dan perdagangan terus berkembang, mengakibatkan kualitas oksigen dan ruang resapan air semakin berkurang, tidak jarang masyarakat dihadapkan pada udara kota yang panas dan banjir genangan akibat air hujan yang tidak tertampung. Untuk itu diperlukan upaya untuk menyampaikan arti pentingnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan perumahan sebagai upaya meningkatkan peran masyarakat dalam Ketersediaan dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tanjungpura Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota berkolaborasi dengan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Kalimantan Barat dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 3 Agustus 2025 di Kelurahan Bangka Belitung Darat gg. Wana Bhakti 4. Kegiatan ini bertujuan untuk Penguatan Peran Masyarakat dalam Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Privat di lingkungan perumahan. Sebagaimana dijelaskan Ibu Chairunnisa, S.T.,MT sebagai Ketua PKM dalam kata sambutannya “ada fakta menarik yang bersumber dari U.S Departement Agriculture bahwa 1 pohon dewasa bisa menghasilkan oksigen untuk 2 orang setiap harinya.” yang kemudian disambut dengan pesan dari Pak Syamsul Akbar, S.T., M.Eng., M.Sc. selaku Ketua dari IAP “ bahwa dengan menanam pohon kita dapat bersedekah Udara bagi lingkungan tempat tinggal kita” dengan ini harapannya menguatnya kesadaran masyarakat akan arti penting RTH di lingkungan permukiman.

Ket: Kata Sambutan dari Ketua PKM Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tanjungpura, Ketua IAP Kalimantan Barat, Ketua RT 04 RW 05 dan Lurah Bangka Belitung Darat

Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan bahwa penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau dalam perencanaan tata ruang dengan proporsi minimal 20 persen RTH Publik dan 10 persen RTH Privat. Kebijakan tersebut kemudian dijabarkan dalam Peraturan Walikota Pontianak Nomor 30 tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTR) Pontianak Tahun 2021 sampai dengan 2041. RDTR mengarahkan bahwa zona perumahan kepadatan sedang seperti di lingkungan perumahan di Kelurahan Bangka Belitung Darat ini perlu disediakan ruang hijau di pekarangan rumah minimal 30 persen dari luas kaveling rumah yang disebut dengan istilah Koefisien Daerah Hijau (KDH). KDH ini diarahkan untuk tidak diperkeras dan atau dapat diperkeras dengan material yang berpori agar dapat berfungsi sebagai ruang resapan bagi air hujan. Apa saja yang dapat kita lakukan pada ruang terbuka di pekarangan kita? Kita dapat menanam minimal 1 pohon sebagai peneduh dan ketersediaan oksigen. Kita juga dapat menanam vegetasi dalam pot, polibag atau dapat berupa taman di atap. Bentuk Sosialisasi penguatan peran masyarakat akan pentingnya RTH Privat di lingkungan permukiman ini juga dituangkan dalam bentuk Banner Sosialisasi.

Ket: Media Sosialisasi Peran Ruang Terbuka Hijau di Lingkungan Perumahan 

Pontianak, kota yang dikenal dengan keindahan alam dan keramahannya, melalui partisipasi aktif Warga Toga Gembira Kelurahan Bangka Belitung Darat dengan slogan GEMBIRA yang merupakan singkatan dari Gemar Berbagi Rasa. Diiringi dengan musik penyemangat kegiatan Tanam Vegetasi yang dipimpin Ketua RT 04 RW 05 Pak Sutrisno yang merupakan Ketua Kelompok Tani Toga Gembira. Telah menggalakkan warganya untuk bercocok tanam dilahan perkarangan. Pak Sutrisno menggalakkan kepada warganya untuk menanam tanaman hortikultura di pekarangan untuk dapat dinikmati warganya serta dapat berbagi antar warga jika tanaman sudah menghasilkan. Selain itu Pak RT juga menyampaikan bahwa kita dapat beramal dengan Tanaman yang kita tanam yang tidak hanya bermanfaat bagi manusia, daun, dahan dan buah yang dihasilkan juga bermanfaat bagi keberlanjutan hidup satwa-satwa.

Upaya peningkatan kualitas RTH di kawasan permukiman juda didukung dengan kontribusi Aneka bibit tanaman dari IAP. Aneka bibit tanaman buah-buahan yang langka, bibit tanaman horti seperti Cabe dan tanaman hias menggugah warga Toga Gembira untuk meningkatkan kualitas tanaman di pekarangan tempat tinggalnya. Di dukung dengan media tanaman seperti pot, polybag, tanah dan kompos siap pakai dari PWK Universitas Tanjungpura kiranya dapat menjadi Upaya penyemangat bagi warga Wana Bakti dalam meningkatkan kualitas RTH di lingkungan perumahan.

Foto: Serah Terima Bibit dan Media Tanam Vegetasi

Upaya berkelanjutan yang diupayakan untuk meningkatkan peran Masyarakat dalam ketersediaan dan kualitas RTH privat juga dilakukan dengan memasang Banner Sosialisasi di Kantor Kelurahan sebagai media pembelajaran bagi warga masyarakat Bangka Belitung Darat. Harapannya Masyarakat Pontianak bersatu dalam menjaga keberlanjutan lingkungan kota ini dengan menyediakan ruang terbuka hijau privat di lingkungan permukimannya.

Kolaborasi yang erat antara Warga Toga Gembira dan warga sekitar serta Universitas Tanjungpura dan IAP telah membawa angin segar bagi upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan di Pontianak. Melalui keterlibatan aktif masyarakat di permukiman, Kota Pontianak telah bertransformasi menjadi tempat yang indah, nyaman, dan penuh kehidupan. Inisiatif ini tidak hanya sekadar tentang penanaman pohon dan tanaman, tetapi juga edukasi lingkungan serta kampanye penghijauan menjadi bagian integral dari upaya bersama untuk menjaga keasrian lingkungan dan memperkuat ikatan sosial di antara warga.

Foto: Kegiatan Tanam Vegetasi Bersama Warga Toga Gembira

Hasil ngobrol santai bersama warga disela-sela kegiatan tanam vegetasi, terdapat tantangan dalam keberlanjutan vegetasi tanaman di pekarangan rumah. Tantangan tersebut saat dihadapkan dengan tetangga yang merasa terganggu dengan tanaman yang ditanam, sehingga terkadang pohon yang ditanam harus dipotong agar tidak terjadi konflik bertetangga. Tetapi rasa kekeluargaan antar warga yang terlibat aktif dalam kegiatan tanam vegetasi terasa sangat kuat ketika warga saling bercerita tentang tumbuh kembang tanaman di pekarangannya.

Peran aktif masyarakat dalam menjaga ruang terbuka hijau privat juga perlu didukung oleh sinergi yang baik dengan pemerintah setempat dan berbagai pihak terkait. Dengan semangat kebersamaan yang terus berkobar, melalui kerjasama yang solid antara Warga Toga Gembira, masyarakat Bangka Belitung Darat, dan stakeholders terkait, ruang terbuka hijau privat di Kota Pontianak tidak hanya menjadi tempat hijau yang indah, tetapi juga simbol kepedulian dan keberlanjutan.

Mari terus bergerak bersama, karena hijaukan Kota Pontianak bukanlah sekadar mimpi, melainkan realitas yang dapat kita wujudkan bersama. Dukungan, kolaborasi, dan kepedulian masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bersama, kita mampu menjadikan Pontianak sebagai contoh inspiratif bagi kota-kota lain dalam membangun lingkungan yang berkelanjutan dan komunitas yang peduli.

Hijaukan bersama, Kota Pontianak terus bersinar!

15
Ket: Tim PKM Dosen dan Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tanjungpura

Penulis: Tim Publikasi PKM DIPA PWK Untan

Our Social Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *