(Oleh: Al – Fakir)
Apakah kita mengetahui penghalang yang paling berat antara kita dan Allah ?
Bukan daftar kesalahan masa lalu kita, bukan juga kurangnya Ilmu yg kita miliki.
Penghalang itu adalah Hati yg Keras.
Lalu bagaimana cara kita menyembuhkan hati yang keras?
Ketika matamu berhenti menangis, mungkin hatimu butuh sentuhan yang lebih lembut.
Maka lakukan beberapa hal utk melembutkan hati kita;
1. Ingat siapa yang melembutkan hati.
“Ya Muqallibal Quluub, tsabbit qalbi ‘ala dinika.”
Wahai Dzat yang Membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu.”
Ucapkanlah setiap waktu, karena kelembutan di mulai dari sana.
2. Bacalah Al-Qur’an dengan perlahan.
Jangan terburu buru. Bukan untuk menyelesaikan tapi untuk merasakan.
“Seandainya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada gunung, niscaya kamu akan melihatnya tunduk dan terbelah karena takut kepada Allah.”(QS. Al-Hasyr, 21)
Jika gunung saja bergetar kenapa hati tidak?.
3. Duduk sendiri bersama Allah.
Tanpa ponsel
Tanpa musik
Dirimu hanya berbisik;
“Ampunilah aku.”
Hati akan sembuh dalam kesunyian, karena disanalah ke ihklasan hidup.
4. Jadikan Wudhu sebagai terapi.
Jangan terburu buru,…setiap tetes air menghapus dosa, kesombongan, dan hati yang beku.
“Ketika seorang mukmin berwudhu, dosa dosanya keluar, bahkan dari bawah kuku jarinya.”(HR. Muslim)
Biarkan air itu juga menyentuh hatimu..
5. Berdzikir dengan Kehadiran Hati.
Jangan seperti robot mengucap “Subhannallahx33.” Ucapkanlah dengan sungguh-sungguh.
Rasakan maknanya. Setiap “Astaghfirullah” satu dinding keras hatimu mulai retak.
6. Ziarah kubur.
Kita akan ingat kemana akan berakhir, dan tiba-tiba dunia dunia terasa tidak sebesar itu…
” Aku dulu melarang kalian berziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena itu akan mengingatkan kalian pada akhirat (HR. Muslim)
Kematian melembutkan hati, karena ia merendahkan ego.
7. Layani orang lain dengan diam-diam
Memberi makan, membantu, memaafkan tanpa perlu di pamerkan. Setiap perbuatan kasih sayang akan mengikis karat di hati kita..
Hati sembuh paling cepat ketika ia membuat hati orang lain merasa aman.
8. Shalat dua rakaat hanya untuk berbicara.
Tanpa tujuan, tanpa daftar permintaan.
Cukup “Ya Allah aku rindu pada-Mu.”
Shalat seperti itu akan mampu meruntuhkan dinding yg tak bisa dihancurkan oleh palu manapun.
9. Menangislah untuk mengingat, bukan untuk menunjukan.
Satu tetes air mata tulus di tempat sepi lebih berharga dari ribuan kutipan di dunia maya.
“Mata yang tidak akan Allah siksa adalah mata yang menangis karena takut kepada-Nya.( HR. At-Tirmidzi).
Air mata yang tidak pernah jatuh di depan umum, akan bersinar paling terang di surga kelak.
10. Renungkan kematian. Lalu Kehidupan.
Jangan takut..
Bersiaplah untuk itu.
Karena semakin sering kita mengingat kematian, semakin kita akan belajar hidup sepenuhnya saat ini.
“Setiap jiwa akan merasakan kematian.”(QS. Ali Imran 185)
Hati akan menjadi lembut ketika kita sadar ia tak akan berdetak selamanya.
Terkadang bukan karena kita tidak peduli lagi.
Hati kita hanya lelah, tertutup oleh kebisingan,dosa, dan carut marut dunia.
Namun Allah yang mampu menghidupkan bumi yang mati, mampu menghidupkan hati kita kembali.
“Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya.”(QS. Al-Hadid: 17).
Barakallahu fikum aj’main.
Sukamiskin.
